Minyak Jelantah Jadi Sumber Energi Berkelanjutan, Ubah Limbah Dapur Menjadi Energi Bersih.

Selasa, 15 Sep 2026, 11:36 WIB

Pengamat energi Feiral Rizky Batubara mengapresiasi usaha PT Pertamina (Persero) yang telah mengembangkan minyak jelantah sebagai salah satu sumber energi berkelanjutan.

“Langkah Pertamina mengembangkan UCO (used cooking oil) ini menunjukkan konsistensi dalam menjalankan agenda transisi energi. Pendekatan tersebut tidak semata berbicara tentang pengurangan emisi atau pengembangan energi rendah karbon, tetapi juga bagaimana sumber energi baru dapat menciptakan nilai tambah di dalam negeri dan memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Feiral dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ket. Foto: Minyak jelantah atau minyak goreng bekas. — Sumber: Antara Foto

Pengembangan UCO menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF), menurut dia, menunjukkan konsistensi dalam menjalankan agenda transisi energi sekaligus membangun ekosistem industri baru.

Feiral yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) mengatakan perubahan menuju energi berkelanjutan sebenarnya dapat tumbuh dari sesuatu yang sangat dekat dengan masyarakat.

“Pengembangan Used Cooking Oil menjadi Sustainable Aviation Fuel adalah salah satu contoh konkretnya. Minyak jelantah yang sebelumnya dipandang sebagai limbah dapat diubah menjadi bahan baku energi bernilai tambah,” katanya.

Menurut Feiral, transisi energi Indonesia perlu ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas. Pengembangan energi alternatif dapat menjadi instrumen untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor, memperkuat kapasitas industri domestik, sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Ia menilai pemanfaatan UCO masih memiliki ruang pengembangan yang luas, baik untuk SAF maupun produk bioenergi lainnya. Tantangannya adalah membangun sistem pengumpulan yang memadai, insentif ekonomi yang tepat, standar kualitas, sistem traceability, serta tata kelola yang mampu menjamin keberlanjutan pasokan.

“Kalau seluruh mata rantai ini bisa dibangun di dalam negeri, maka manfaatnya jauh lebih besar daripada sekadar menghasilkan bahan bakar rendah karbon. Kita sedang membangun industri, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kemampuan teknologi, sekaligus memperkuat ketahanan energi,” ujar dia.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.