• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Pelatihan Menyusun Proposa...

Pelatihan Menyusun Proposal dan Laporan Keuangan

Selasa, 15 Sep 2026, 06:35 WIB

JAKARTA – Agar terjadi transparansi dan tidak salah dalam pembukuan, maka diadakan pelatihan dalam menyusun proposal dan laporan keuangan pengurus koperasi merah putih. Pelatihan didampingi Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Kepulauan Seribu.

“Ini bagian dari upaya pembinaan untuk meningkatkan kapasitas pengurus koperasi dalam menyusun rencana pengembangan usaha serta mengelola administrasi dan laporan keuangan secara tertib dan akuntabel,” kata Kasi UKM Sudin PPKUKM Kepulauan Seribu, Sigit Dwiyanto di Jakarta, Senin.

Ket. Foto: harus bisa membuat laporan keuangan — Sumber: ist

Menurutnya, pendampingan dilakukan agar pengurus KKMP memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menyusun proposal bisnis, sehingga lebih terarah sesuai dengan potensi dan kebutuhan usaha koperasi. Selain itu, untuk meningkatkan kapasitas pengurus KKMP baik dalam menyusun proposal bisnis maupun laporan keuangan.

Sigit berharap pengurus koperasi dapat menjalankan kegiatan usahanya secara lebih terencana, transparan dan profesional. Menurutnya, kemampuan menyusun laporan keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam tata kelola koperasi. Dengan administrasi keuangan yang tertib, kata dia, pengurus dapat mengetahui perkembangan usaha sekaligus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pengembangan koperasi.

“Proposal bisnis dan laporan keuangan merupakan bagian penting dalam pengelolaan koperasi. Kami ingin pengurus mampu memahami prosesnya, sehingga ke depan dapat lebih mandiri dalam mengelola dan mengembangkan usaha koperasi,” katanya. Sigit berharap KKMP Pulau Untung Jawa dapat berkembang menjadi koperasi yang memiliki tata kelola profesional, akuntabel dan berkelanjutan sekaligus mampu memberikan manfaat bagi peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.

Pilah Sampah

Sementara itu, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jakarta Selatan melakukan edukasi pilah sampah untuk menghidupkan kembali ekonomi keluarga melalui Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi). "Kami hadir ke sini juga untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan, baik dipilah sesuai kategorinya maupun dikelola menjadi barang yang bernilai ekonomis," kata Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Azizah Syafrin.

Azizah mengatakan Galeri Pelangi merupakan program turunan dari tingkat pusat yang bertujuan menghidupkan ekonomi keluarga sekaligus menumbuhkan minat baca masyarakat di tingkat RW. Di Pela Mampang sudah tersedia Pojok Baca di tiap RW. Ini sangat baik jika dikolaborasikan dengan Karang Taruna dan didukung program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan di sekitar wilayah strategis ini.

Lebih lanjut, Azizah menjelaskan peran PKK juga penting dalam mencegah anak putus sekolah yang saat ini salah satunya dipicu oleh maraknya penggunaan gawai. Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini bukan lagi sekadar persoalan biaya, tetapi juga menurunnya motivasi belajar anak karena terlalu asyik bermain gim di rumah.

Selain pendidikan, Azizah menekankan pentingnya peran seluruh unsur, termasuk tenaga pendidik dan PKK ldalam meningkatkan kesadaran anak-anak untuk memilah sampah sejak dini.

Dalam pengembangan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), Azizah mendorong pemanfaatan lokasi strategis di kantor kelurahan untuk mendirikan kantin kecil yang dikelola PKK. Kantin tersebut dapat menjual alat tulis kantor (ATK) serta produk kerajinan warga.

"Peran PKK sangat luas, tidak hanya penanganan stunting, pemilahan sampah, atau Posyandu, tetapi mencakup urusan anak-anak, remaja, hingga lansia," ungkapnya. Untuk memperkuat permodalan usaha warga, Azizah berencana menggandeng perusahaan melalui program CSR guna memberikan bantuan modal bagi UP2K.

Pemberian bantuan tersebut akan dilakukan melalui proses seleksi secara bertahap yang dijadwalkan mulai November atau Desember mendatang. "Produk-produk unggulan dari warga kita akan didorong untuk mengikuti pameran hingga ke luar negeri sehingga semakin dikenal. Namun, kurasi yang baik juga diperlukan," ucapnya. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.