Tugas Berat Hotspur Hadapi Liverpool

Selasa, 15 Sep 2026, 06:28 WIB

LIVERPOOL - Stadion Anfield. Liverpool akan menjadi panggung pertarungan dua tim yang sama-sama membutuhkan kemenangan untuk mengembalikan kepercayaan diri. Liverpool menjamu Tottenham Hotspur dalam laga putaran ketiga Piala Liga Inggris, Rabu (16/9) dini hari WIB, dengan ambisi menjaga tradisi kuat mereka di kompetisi ini. Sementara bagi Tottenham, pertandingan tersebut menjadi kesempatan untuk keluar dari tekanan setelah awal musim yang jauh dari harapan.

Liverpool datang dengan modal tidak terkalahkan di awal musim. Namun, hasil imbang tanpa gol melawan Fulham di pertandingan Liga Inggris akhir pekan lalu menunjukkan masih adanya persoalan yang harus segera dibenahi. The Reds kesulitan menciptakan peluang bersih dan kehilangan ketajaman di sepertiga akhir lapangan.

Ket. Foto: Penyerang Liverpool Cody Gakpo (kiri) dan Penyerang Tottenham Hotspur, Dominic Solanke — Sumber: Paul ELLIS /Glyn KIR /AFP

Situasi itu membuat Andoni Iraola kemungkinan melakukan sejumlah perubahan. Padatnya jadwal pertandingan dalam sepekan membuat beberapa pemain terlihat kehilangan energi ketika menghadapi Fulham. Rotasi menjadi pilihan logis, tetapi bukan berarti Liverpool akan menganggap remeh pertandingan.

Piala Liga justru memiliki tempat khusus dalam sejarah Liverpool. Dengan koleksi 10 gelar, The Reds merupakan tim tersukses dalam sejarah kompetisi tersebut. Karena itu, meski Liga Inggris dan Liga Champions tetap menjadi prioritas utama, Iraola diperkirakan tetap menurunkan komposisi yang cukup kompetitif.

“Kami harus bisa menemukan keseimbangan antara menjaga kesegaran pemain dan tetap mempertahankan level permainan,” kata Iraola. “Kami ingin memenangkan pertandingan, tetapi kami juga harus memperhatikan kondisi para pemain.”

Strategi Liverpool kemungkinan bertumpu pada penguasaan bola dan agresivitas sejak awal. Trey Nyoni diperkirakan mendapatkan kesempatan di lini tengah, kemungkinan bersama Alexis Mac Allister. Kehadiran keduanya akan menjadi penting untuk mengalirkan bola dengan lebih cepat sekaligus memutus serangan Tottenham sebelum berkembang.

Lewis Koumas juga berpeluang dimainkan sebagai pemain nomor 10. Dengan komposisi tersebut, Liverpool dapat mengandalkan kreativitas dari lini kedua untuk membongkar pertahanan Spurs. Cody Gakpo menjadi kandidat utama di lini depan, sementara Wataru Endo kemungkinan dimainkan sebagai bek tengah.

Liverpool tentu ingin menghindari kesalahan seperti ketika menghadapi Fulham. Terlalu lambat dalam membangun serangan dan minimnya pergerakan tanpa bola menjadi masalah yang harus diperbaiki. Melawan Tottenham, kecepatan sirkulasi bola akan menjadi kunci karena Spurs kemungkinan memilih bertahan lebih rapat sebelum mencari kesempatan melakukan serangan balik.

Di kubu Tottenham, situasinya bahkan lebih genting. Spurs belum mencetak satu gol pun dalam empat pertandingan Liga Inggris musim ini. Mereka baru mengoleksi dua poin dan terdampar di peringkat ke-17.

Besarnya investasi pada bursa transfer membuat posisi tersebut semakin sulit diterima. Tottenham menghabiskan dana besar, tetapi belum memperoleh hasil yang sebanding. Roberto De Zerbi kini membutuhkan kemenangan untuk menghentikan tekanan yang mulai mengarah kepadanya.

“Kami harus tetap percaya pada proses dan pada pemain kami,” ujar De Zerbi. “Kami membutuhkan keberanian, terutama ketika berada di sepertiga akhir. Kami harus lebih menentukan.”

Karena itu, Piala Liga bisa menjadi jalan keluar sementara bagi Tottenham. De Zerbi kemungkinan menurunkan susunan yang lebih kuat dibandingkan pertandingan piala pada umumnya. Mateus Fernandes dan Sandro Tonali diperkirakan menjadi bagian penting dari rencana tersebut.

Tottenham membutuhkan permainan yang lebih vertikal. Ketika terlalu lama menguasai bola tanpa progres berarti, Spurs justru kehilangan momentum dan memberikan kesempatan kepada lawan untuk membangun kembali pertahanan. Tonali dapat berperan sebagai penghubung antara lini belakang dan lini depan, sementara pemain seperti Fernandes diharapkan memberikan variasi dalam serangan.

Masalah terbesar Tottenham tetap berada di depan gawang. Belum mencetak gol dalam empat pertandingan liga merupakan sinyal serius. Mereka tidak hanya membutuhkan peluang, tetapi juga pemain yang mampu mengubah peluang setengah matang menjadi gol.

Dalam situasi seperti itu, serangan balik dapat menjadi senjata utama. Liverpool akan berusaha menguasai permainan, sehingga ruang di belakang lini pertahanan mereka berpotensi terbuka.

Laga Emosional

Pertandingan juga memiliki nilai emosional karena kembalinya Andrew Robertson ke Anfield. Bek kiri asal Skotlandia itu menghabiskan sembilan tahun bersama Liverpool sebelum meninggalkan klub 2026. Kali ini dia datang sebagai pemain Tottenham.

Robertson tentu memahami karakter Anfield dan pola permainan Liverpool. Pengetahuannya tentang mantan klub bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Spurs, terutama dalam membaca ruang dan kecenderungan pemain Liverpool.

Namun, Tottenham memiliki catatan buruk dalam pertemuan dengan Liverpool. Dalam 20 pertemuan terakhir, Spurs hanya menang dua kali dan kalah 14 kali. Kemenangan 2-1 pada 2023 bahkan diwarnai kontroversi setelah Liverpool kehilangan dua pemain dan gol mereka dianulir karena offside.

Liverpool juga memiliki motivasi tersendiri. Kemenangan atas Atletico Madrid di Liga Champions menunjukkan bahwa kualitas mereka sebenarnya belum hilang. Tantangannya adalah mempertahankan intensitas dan konsistensi ketika harus bermain tiga kali dalam sepekan.

Dengan demikian, pertandingan di Anfield bukan sekadar perebutan tiket ke babak berikutnya. Liverpool ingin menggunakan Piala Liga sebagai momentum untuk memperbaiki ketajaman sekaligus memberikan kesempatan kepada pemain pelapis. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.