Harga Sembako di Makassar Mulai Naik, Biaya Angkut Jadi Biang Keroknya?

Selasa, 15 Sep 2026, 06:08 WIB

MAKASSAR - Harga sembilan bahan pokok (sembako) di sejumlah pasar tradisional di Makassar mulai tertekan akibat imbas biaya angkut yang cukup tinggi.

"Karena beberapa pekan ini pengangkutan agak melambat, karena harus antrean bahan bakar, kondisi itu mempengaruhi harga telur yang sebagian besar diangkut dari Kabupaten Sidrap," kata salah seorang pedagang telur H Dahlia di Pasar Terong, Makassar, Senin.

Ket. Foto: Ilustrasi pasar tradisional yang sejumlah komoditi jualannya terimbas dari distribusi pasokan barang dari sentra produksi akibat antrean panjang di SPBU beberapa pekan terakhir di Kota Makassar dan sekitarnya. — Sumber: Antara foto

Dia mengatakan harga telur ayam ras ukuran sedang yang biasanya Rp48 ribu per rak, kini harus dijual Rp50 ribu per rak, karena harga pembelian dari distributor juga mengalami kenaikan, sehingga harus menyesuaikan harga jual.

Meskipun antrean di sejumlah SPBU sudah mulai terurai, namun kondisi beberapa pekan terakhir dikhawatirkan turut memengaruhi rantai distribusi bahan pangan, khususnya komoditas yang didatangkan dari daerah sentra produksi menuju pasar-pasar di Kota Makassar.

Pedagang mengaku kondisi pasokan BBM dapat berdampak terhadap biaya operasional kendaraan pengangkut barang. Jika kelangkaan berlangsung lebih lama, kenaikan biaya angkut berpotensi diteruskan ke harga jual sejumlah kebutuhan pokok di tingkat konsumen.

Sejumlah pedagang pasar di Makassar diantaranya Mustari dari Pasar Pannampu, Makassar berharap persoalan ketersediaan BBM segera teratasi agar distribusi bahan pangan tetap berjalan normal.

Hal itu dibenarkan Salma dari Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP). Menurut dia, kelancaran pasokan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga harga sembako tetap stabil.

Di sisi lain, lanjut dia, kenaikan harga tidak serta-merta terjadi pada seluruh komoditas karena sebagian pedagang masih mengandalkan stok yang tersedia. Namun, apabila pasokan dari daerah penghasil terganggu dan biaya distribusi meningkat, tekanan terhadap harga dapat semakin terasa.

Kondisi ini menjadi perhatian karena Makassar merupakan salah satu pusat perdagangan dan distribusi bahan pangan di Sulawesi Selatan. Gangguan pada transportasi dan distribusi berpotensi memengaruhi ketersediaan komoditas di pasar.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memantau perkembangan harga dan pasokan sembako di sejumlah pasar tradisional maupun pusat perdagangan. Langkah tersebut penting untuk memastikan kelancaran distribusi sekaligus mencegah terjadinya kenaikan harga yang tidak terkendali.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kelangkaan BBM tidak berdampak signifikan terhadap distribusi bahan pangan di Sulawesi Selatan karena komoditas pertanian berada pada lokasi yang strategis sehingga relatif tidak terlalu terpengaruh.

Meski demikian, kondisi di lapangan tetap perlu dipantau, terutama apabila persoalan ketersediaan BBM berlangsung dalam waktu yang lebih panjang. Stabilitas pasokan dan harga pangan menjadi penting untuk menjaga daya beli masyarakat Makassar.

Pemerintah juga perlu memastikan distribusi BBM bagi sektor transportasi dan logistik berjalan lancar sehingga arus komoditas pangan dari sentra produksi ke pasar konsumen tidak mengalami hambatan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.