Gerardus Mercator: Kartografer yang Ubah Cara Dunia Dipetakan
📅 Senin, 14 Sep 2026, 07:22 WIB | Oleh: Haryo BronoProyeksi yang digunakan sebelumnya sering kali menyulitkan navigasi karena arah kompas tidak selalu dapat diterjemahkan secara sederhana ke atas bidang peta. Mercator memahami persoalan tersebut dan menghasilkan sebuah solusi yang elegan.
Proyeksi Mercator
Pada 1569, Mercator menerbitkan peta dunia monumental berjudul Nova et Aucta Orbis Terrae Descriptio ad Usum Navigantium Emendate Accommodata, yang secara bebas dapat diterjemahkan sebagai “Gambaran Baru dan Diperluas tentang Bumi yang Disempurnakan dan Disesuaikan untuk Keperluan Para Navigator.” Judul ini sudah menjelaskan tujuan utamanya: navigasi.
Mercator mengembangkan sebuah proyeksi berbentuk silinder yang memungkinkan garis-garis dengan arah kompas konstan—dikenal sebagai rhumb line atau loxodrome—digambarkan sebagai garis lurus pada peta. Bagi para pelaut, hal ini merupakan kemajuan praktis yang sangat besar.
Dalam proyeksi Mercator, garis bujur dan garis lintang berpotongan pada sudut siku-siku. Proyeksi tersebut mempertahankan bentuk lokal dan arah kompas. Untuk mencapai hal itu, jarak antar garis lintang harus semakin diperlebar ketika mendekati kutub.
Namun, ada konsekuensi yang tidak bisa dihindari: distorsi luas wilayah menjadi sangat besar. Wilayah yang berada dekat kutub tampak jauh lebih besar daripada ukuran sebenarnya. Greenland, misalnya, terlihat hampir sebesar Afrika pada peta Mercator, padahal luas sebenarnya jauh lebih kecil.
Eropa Utara, Kanada, dan Rusia juga terlihat sangat besar, sementara wilayah-wilayah di sekitar khatulistiwa tampak lebih kecil. Berabad-abad kemudian, para pengkritik proyeksi Mercator berpendapat bahwa distorsi tersebut dapat memperkuat cara pandang Euro-sentris terhadap dunia.
Namun, menilai Mercator semata-mata berdasarkan kritik politik modern dapat membuat kita kehilangan konteks mengenai tujuan awalnya. Mercator merancang proyeksi tersebut terutama untuk navigasi, bukan untuk membuat peta dinding yang digunakan di ruang kelas atau untuk menggambarkan simbol geopolitik.
Dalam konteks tujuan tersebut, ia telah memecahkan persoalan teknis yang luar biasa sulit. Yang juga menarik, Mercator sendiri tidak memberikan penjelasan matematis lengkap mengenai bagaimana proyeksi tersebut dibangun.
Para matematikawan pada masa-masa berikutnya kemudian menyempurnakan dan memformalkan metode yang diperlukan agar proyeksi itu dapat diterapkan secara presisi. Meski demikian, terobosan konseptual Mercator telah mengubah dunia kartografi untuk selamanya. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!