383 Nakes akan Diterjunkan untuk Mendukung MotoGP Mandalika

Senin, 14 Sep 2026, 22:57 WIB

Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menerjunkan 383 tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan kesehatan selama penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 9-11 Oktober 2026.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. Lalu Hamzi Fikri mengatakan 383 tenaga kesehatan tersebut terdiri dari dokter spesialis dan perawat. Mereka ini terbagi dalam berapa zona tugas mulai ring satu hingga ring tiga.

"Untuk ring satu di dalam sirkuit disiapkan 170 orang, di pusat kesehatannya 28 orang. Di luar ring satu itu 185 orang, sehingga totalnya ada 383 orang," ujarnya pada wartawan usai Rapat Persiapan MotoGP di Mataram, Senin.

Selain SDM dari sisi tenaga medis, pihaknya juga menyiapkan mobil ambulance. Di dalam areal sirkuit (ring satu) jumlah ambulance yang disiagakan 14 unit dan di luar sirkuit 32 unit dan posko kesehatan 22, serta tenda medis yang disiapkan sebanyak 14.

"Kita juga menyediakan pos-pos kesehatan yang dilalui penonton dan pintu-pintu masuk berdasarkan wilayah, misalnya di Lombok Barat 3 pos, Lombok Tengah 5 pos, Lombok Timur 1 pos, Lombok Utara 1 pos, termasuk Kota Mataram," kata Hamzi.

Menurutnya, untuk pelayanan kesehatan/kecelakaan pembalap ditangani dan dirujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) Provinsi NTB menggunakan helikopter. Sedangkan, untuk rujukan penonton disiapkan Rumah Sakit (RS) Mandalika, RS Praya dan RS Lombok Barat, dan RS Kota Mataram.

"Kita juga menyiapkan puskesmas-puskesmas yang ada di Lombok Tengah. Ada Puskesmas Kuta, Sengkol, Teruwai, Mangkung, termasuk Penujak dan Batujai. Rumah sakit lain (swasta) juga tetap kita siapkan apabila ada penonton masuk, kita sudah berkoordinasi," ujarnya.

Untuk penanganan apabila ada penonton yang sakit. Penanganan awal dimulai di pos kesehatan (pos-pos yang ditempatkan pada pintu masuk dan jalur penonton). Proses penanganan awal oleh pegawai kedaruratan medis di pos, tidak bisa ditangani kemudian rujukan. Untuk mobilisasi sumber daya saat eskalasi menggunakan PCC 119.

"Rujukan untuk kasus berat (pembalap) diarahkan ke rumah sakit provinsi menggunakan helikopter. Rujukan penonton/dukungan diarahkan ke beberapa rumah sakit seperti Mandalika, Praya, Lombok Barat, Mataram, serta rumah sakit swasta seperti Siloam dan Harapan Keluarga," terang Hamzi.

Lebih lanjut, Hamzi mengatakan untuk tenaga kesehatan (dokter spesialis) di tangani oleh dokter dari NTB, tidak lagi bantuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) seperti pada awal-awal MotoGP, karena secara SDM sudah tersedia di daerah. Mulai bedah saraf, anestesi, dokter bedah, dan spesialis emergensi.

"Kami juga melakukan persiapan tambahan untuk mengantisipasi kedatangan Presiden mulai penanganan "mini ICU" di bandara dan jalur yang dilalui Presiden sudah disiapkan," katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.