Pertamina Siapkan Infrastruktur Pendukung Kebijakan Bioetanol

Jumat, 11 Sep 2026, 15:05 WIB

YOGYAKARTA - Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menyiapkan infrastruktur untuk mendukung kebijakan mandatori bioetanol atau bensin berbasis etanol lewat distribusi Pertamax Green 95.

“Jadi ini (Pertamax Green 95) kesiapan Pertamina Patra Niaga untuk bisa nanti menggunakan etanol di dalam produk gasolinnya,” ujar Eko dalam acara temu media di Yogyakarta, Jumat (11/9).

Ket. Foto: Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto dalam acara temu media di Yogyakarta, Jumat (11/9/2026). — Sumber: ANTARA

Adapun distribusi Pertamax Green 95 saat ini terpusat di Pulau Jawa.

Eko mengatakan saat ini pemerintah sedang menggodok kebijakan penerapan bioetanol. Ia memperkirakan dalam 1–2 tahun ke depan, semua produk bensin akan berbasis etanol.

Mengingat pembangunan infrastruktur untuk menerapkan kebijakan tersebut cukup memakan waktu, tutur Eko, maka Pertamina mempersiapkannya melalui Pertamax Green 95.

Oleh karena itu, Pertamax Green 95 merupakan bagian dari transisi menuju bensin berbasis etanol.

“Ini juga salah satu bagian dari transisi energi atau penggunaan nabati berbasis etanol untuk BBM, khususnya yang BBM gasoline,” ujar Eko.

Pemerintah menargetkan penerapan campuran etanol 10 persen dalam bahan bakar minyak (E10) mulai 2027 sebagai tahap awal sebelum beralih ke E20.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah telah mengkaji kebijakan mandatori etanol sejak 2025.

Saat ini, kajian tersebut hampir rampung dan menjadi dasar penyusunan peta jalan penerapan E20 yang ditargetkan berlangsung secara bertahap hingga 2028–2029.

Menurut Bahlil, kebijakan pencampuran etanol ke dalam bensin bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak, khususnya bensin.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.