Media Tiongkok Laporkan 16 Orang Tewas, 546 Hilang dalam Bencana Banjir Bandang di Tibet

Minggu, 30 Agu 2026, 10:52 WIB

BEIJING – Tiongkok mengatakan jumlah korban tewas akibat tanah longsor yang melanda Tibet bertambah menjadi 16 orang dan 546 orang masih hilang, demikian dilaporkan media pemerintah Minggu (30/8), mengutip pejabat setempat.

Gelombang air banjir mirip tsunami menerjang wilayah perbatasan antara Nepal dan Tibet minggu ini, menyapu bersih seluruh desa.

Ket. Foto: Petugas melakukan operasi pencarian dan penyelamatan 2 km dari Pelabuhan Gyirong beberapa hari setelah tanah longsor 26 Agustus yang menghancurkan pelabuhan tersebut, di Kabupaten Gyirong, wilayah Tibet barat Tiongkok pada 29 Agustus 2026. — Sumber: AFP/CNS

Data dari Nepal dan otoritas Tiongkok yang bertanggung jawab atas Tibet menyebutkan jumlah total orang hilang mendekati 3.000, dengan 691 jenazah ditemukan.

Pihak berwenang Tiongkok meningkatkan jumlah korban tewas di sisi perbatasan mereka dari tujuh menjadi 16 pada hari Minggu dan mengatakan 546 orang masih hilang, lapor stasiun televisi pemerintah CCTV.

Menurut CCTV, dari mereka yang hilang, 261 adalah warga negara asing, termasuk 104 dari Nepal, 49 dari India, 33 dari Latvia, dan 18 dari Amerika Serikat.

"Pihak berwenang Tiongkok telah memberitahukan kedutaan dan konsulat negara-negara tersebut di Tiongkok," kata CCTV, mengutip pernyataan para pejabat.

"Setelah beberapa putaran survei komprehensif di seluruh wilayah, pemeriksaan khusus lokasi, dan verifikasi individu di perbatasan", tidak ada turis asing yang terdampar di Kabupaten Gyirong, kata CCTV, merujuk pada kabupaten di Tibet yang dilanda tanah longsor.

Para pejabat Tiongkok juga mengidentifikasi penyebab bencana tersebut pada hari Minggu.

Para ahli "menyimpulkan bahwa sekitar pukul 10:52 pagi (Waktu Beijing) pada tanggal 26 Agustus, sebuah gletser di lereng selatan Puncak Lirung di Nepal" retak, memicu longsoran es dan batu, kata kantor berita Xinhua.

  • Banjir Bandang Nepal-Tibet

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.