Liga Inggris: Derbi Manchester Jadi Ujian Dini MU dan City di Old Trafford

Jumat, 11 Sep 2026, 07:51 WIB

LONDON – Setelah dibuai rasa optimistis sepanjang pramusim, Manchester United justru mengawali Premier League (Liga Inggris) dengan performa yang belum konsisten. Derbi Manchester melawan Manchester City di Old Trafford, Minggu (13/9), menjadi ujian dini bagi tim asuhan Michael Carrick untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar layak diperhitungkan dalam persaingan papan atas.

Di kubu lain, Manchester City datang dengan rekor sempurna sejak ditangani pelatih baru Enzo Maresca. Meski demikian, penampilan The Citizens sejauh ini menunjukkan masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan Derby Manchester. — Sumber: AFP

Derbi Manchester pertama musim ini pun diperkirakan menjadi tolok ukur yang lebih jelas mengenai posisi kedua tim sekaligus ambisi mereka sepanjang musim.

Pengaruh Carrick terhadap Manchester United musim lalu sangat besar. Setelah klub berpisah dengan Ruben Amorim pada bulan Januari, Carrick dipercaya sebagai manajer interim dan langsung memberikan dampak dramatis.

Salah satu momen pentingnya adalah kemenangan 2-0 atas Manchester City di Old Trafford.

Di bawah kepemimpinannya yang tenang, United meraih 12 kemenangan dari 17 pertandingan Premier League, dengan hanya menelan dua kekalahan. Setan Merah akhirnya finis di posisi ketiga sekaligus kembali memastikan tiket ke Liga Champions.

Namun, situasi musim ini tidak semulus yang diharapkan.

Aktivitas transfer United yang relatif tenang membuat Youri Tielemans dan Andrey Santos menjadi dua rekrutan utama. Mereka kemudian mendapat kejutan pahit pada pertandingan pembuka setelah secara mengejutkan kalah 0-2 dari tim promosi Hull City.

Hasil tersebut menjadi tamparan keras sekaligus pengingat bahwa United masih memiliki pekerjaan besar untuk kembali menjadi kekuatan utama Inggris.

United sempat bangkit ketika hat-trick Bruno Fernandes menginspirasi kemenangan 5-2 atas Ipswich Town. Namun, konsistensi kembali menjadi persoalan setelah mereka gagal mempertahankan keunggulan dan hanya bermain 2-2 melawan Everton akibat kebobolan gol penyama kedudukan pada masa injury time.

Mantan bek Manchester United, Gary Neville, secara khusus menyoroti persoalan pertahanan tim setelah pertandingan melawan Everton.

Neville bahkan memperingatkan bahwa kelemahan tersebut dapat menjadi titik terlemah United sepanjang musim apabila tidak segera diperbaiki.

“Saya tidak berpikir masalah itu akan hilang, dan itulah kekhawatiran terbesar saya,” kata analis Sky Sports tersebut pekan ini.

Manchester City menjadi lawan ideal untuk menguji seberapa serius persoalan tersebut.

Terlebih lagi, Erling Haaland sedang berada dalam performa terbaik. Penyerang Norwegia itu mencetak dua gol saat City mengalahkan Porto 2-0 di Liga Champions, Selasa.

Tambahan tersebut membuat Haaland telah mengoleksi lima gol dalam tiga pertandingan musim ini.

Maresca tidak mungkin meminta awal yang lebih baik dalam tugasnya menggantikan Pep Guardiola, yang membuat pekerjaannya kerap disebut sebagai “misi mustahil”.

City menyapu bersih pertandingan mereka sejauh ini. Namun, performa di lapangan belum sepenuhnya menunjukkan dominasi yang biasa diperlihatkan era Guardiola.

Belanja besar pada bursa transfer musim panas membuat Maresca memiliki banyak pilihan pemain baru. Tantangannya sekarang adalah menemukan komposisi dan sistem terbaik dari skuad yang sangat gemuk tersebut.

“Saya sangat bahagia,” kata Maresca setelah City meraih kemenangan tipis 1-0 atas tim promosi Coventry City.

“Terutama karena saya semakin mengenal para pemain dari hari ke hari, dan kami juga semakin mengenal satu sama lain. Itu berarti kami akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.”

Derbi di Old Trafford akan menjadi ujian terbesar sejauh ini bagi proyek Maresca.

Arsenal Melaju Impresif

Persaingan gelar juga semakin menarik karena Arsenal mengawali musim dengan sangat meyakinkan.

Sang juara bertahan memenangi tiga pertandingan Premier League mereka dan kemudian meraih kemenangan sulit 1-0 atas Napoli di Liga Champions, Rabu.

Stabilitas menjadi kunci Arsenal. Tim asuhan Mikel Arteta terlihat mampu langsung melanjutkan performa yang mereka bangun pada musim sebelumnya.

Arsenal akan bertandang ke markas Sunderland pada Sabtu. Namun, pertandingan tersebut bukan tanpa ancaman. Mereka tentu masih mengingat hasil musim lalu ketika hanya mampu bermain imbang 2-2 di Stadium of Light.

Sementara itu, Liverpool mulai menemukan ritme setelah awal musim yang lambat di bawah Andoni Iraola. Kemenangan atas Ipswich dan kemudian Atletico Madrid di Liga Champions membuat mereka semakin percaya diri.

Liverpool akan kembali tampil di kandang menghadapi Fulham yang kini ditangani mantan pemain Liverpool, Alvaro Arbeloa.

Arbeloa mendapat tekanan besar setelah timnya menelan tiga kekalahan beruntun dan kebobolan tujuh gol. Ia menjadi salah satu manajer pertama musim ini yang mulai mendapat label “under pressure”.

Situasi serupa juga menghantui Roberto De Zerbi di Tottenham Hotspur.

Spurs telah menghabiskan sekitar 300 juta poundsterling pada bursa transfer musim panas. Namun, investasi besar tersebut belum menghasilkan kemenangan.

Tottenham tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan pertama mereka dan bahkan belum mencetak satu gol pun.

Ironisnya, hanya tiga bulan lalu De Zerbi baru saja menyelesaikan “misi penyelamatan” Tottenham setelah membawa klub tersebut menang atas Everton pada laga terakhir musim lalu sekaligus memastikan mereka bertahan di kasta tertinggi.

Kini, Everton kembali menjadi lawan Tottenham.

David Moyes membawa Everton ke markas Spurs pada hari Sabtu. Meski tekanan belum sebesar akhir musim lalu, De Zerbi membutuhkan kemenangan untuk membangun kembali kepercayaan diri sekaligus membuktikan bahwa investasi besar Tottenham mulai memberikan hasil.

Sementara perhatian utama akan tertuju ke Old Trafford, rangkaian pertandingan akhir pekan ini juga menjadi ujian penting bagi sejumlah klub besar. Derbi Manchester khususnya akan memberikan gambaran awal: apakah United mampu kembali menjadi penantang serius, atau City masih terlalu kuat untuk mereka.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.