Fomula 1: Antonelli Hadapi Tantangan Berat di Sirkuit Baru Madring
Jumat, 11 Sep 2026, 07:00 WIBMADRID â Kimi Antonelli tengah menjadi pusat perhatian Formula 1. Namun, pemimpin klasemen berusia 20 tahun itu menghadapi tantangan besar saat Mercedes tampil di Spanyol akhir pekan ini.
Setelah menjadi pembalap Italia pertama sejak 1966 yang berhasil memenangkan balapan kandangnya di Monza, Antonelli kini memasuki wilayah yang benar-benar baru. Untuk pertama kalinya, Grand Prix Madrid akan digelar di sirkuit Madring, yang memiliki salah satu bagian paling menantang bernama La Monumental.
Madring menjadi balapan kedua yang digelar di Spanyol tahun ini setelah Grand Prix Catalunya di Barcelona. Sirkuit tersebut juga menjadi lintasan baru pertama yang masuk kalender Formula 1 sejak Las Vegas diperkenalkan tiga tahun lalu.
Balapan Madrid sekaligus menjadi seri terakhir dalam rangkaian musim Eropa reguler. Karena belum pernah digunakan untuk balapan Formula 1 sebelumnya, para pembalap belum memiliki gambaran pasti mengenai hierarki kekuatan mobil. Data yang tersedia sejauh ini sebagian besar berasal dari simulator.
Salah satu daya tarik utama Madring adalah La Monumental, tikungan cepat sepanjang sekitar 550 meter dengan sudut 270 derajat.
Tikungan tersebut memiliki tanjakan di bagian keluar. Kondisi ini membuat pembalap untuk sesaat harus melewati bagian lintasan secara âbutaâ karena pandangan mereka mengarah ke langit sebelum kembali melihat permukaan trek.
Mercedes diperkirakan tetap menjadi salah satu kandidat terkuat. Tim asal Jerman itu memenangi sembilan dari 13 balapan pertama musim ini.
Namun, persaingan diperkirakan lebih ketat dibandingkan GP Italia di Monza, ketika Mercedes finis satu-dua. Antonelli keluar sebagai pemenang dan kini unggul 66 poin atas rekan setimnya, George Russell.
Antonelli bahkan berpeluang memperlebar keunggulan hingga setara dengan tiga kemenangan balapan. Sementara itu, Russell membutuhkan kemenangan pertamanya sejak GP Austria pada Juni untuk menjaga peluangnya dalam persaingan gelar.
McLaren diperkirakan menjadi salah satu rival utama Mercedes. Tim tersebut baru saja meraih kemenangan di Belanda dan Hungaria bersama juara dunia bertahan Lando Norris. Oscar Piastri juga masih memburu kemenangan untuk membuka rekening kemenangannya.
âKarakteristik sirkuit ini jauh lebih mirip dengan Budapest atau Zandvoort. Karena itu, kami memperkirakan akhir pekan yang berlangsung sangat ketat,â kata bos tim Mercedes, Toto Wolff.
Ferrari sebenarnya telah memiliki sedikit pengalaman di Madring. Lewis Hamilton dan Charles Leclerc sempat mengendarai mobil mereka di lintasan tersebut pada Juli lalu, ketika sirkuit masih dalam tahap pembangunan.
Namun, Hamilton menilai pengalaman itu tidak banyak membantu karena kondisi lintasan sangat berbeda dengan situasi saat balapan resmi.
âKami hanya menjalani beberapa lap sehingga lintasannya sangat berdebu karena masih merupakan sirkuit baru,â ujar Hamilton saat itu.
âTidak ada grip. Ban Anda pada dasarnya terus tertutup debu. Sepertinya ini akan menjadi sirkuit yang sangat mengutamakan satu lap kualifikasi, dan hampir tidak ada trek lurus. Jadi, sepertinya akan sulit untuk menyalip.â
Leclerc, yang mengalami kecelakaan keras di Monza pada Minggu, memperkirakan La Monumental dapat berkembang menjadi salah satu tikungan ikonik Formula 1.
Pembalap asal Monako itu menilai para pembalap harus mengerahkan keberanian penuh dan membawa mobil hingga batas maksimal untuk melewati bagian tersebut.
Sainz Jadi Pembalap dengan Pengalaman Madring
Pembalap Williams asal Spanyol, Carlos Sainz, menjadi salah satu sosok yang paling diuntungkan karena memiliki pengalaman sebelumnya di Madring.
Sainz yang lahir di Madrid juga berstatus sebagai duta sirkuit tersebut. Ia mengaku telah mendapatkan gambaran mengenai tantangan yang mungkin muncul setelah melihat karakter lintasan dan mendengar hasil uji coba Formula 3.
âMelihat lintasan dan mendengar apa yang terjadi dalam tes F3, saya pikir kita semua memperkirakan akan ada safety car, bendera merah, bendera kuning saat kualifikasi dan hal-hal seperti itu,â kata Sainz.
Selain Sainz, Fernando Alonso menjadi pembalap tuan rumah lainnya. Namun, dukungan besar publik Spanyol tidak otomatis membuat Alonso menjadi favorit.
Pembalap dua kali juara dunia tersebut membela Aston Martin yang masih berusaha mengejar ketertinggalan dari tim-tim papan atas. Honda sebagai mitra mesin mereka juga masih dalam proses meningkatkan performa.
Sementara itu, pembalap Prancis Isack Hadjar masih absen karena cedera. Liam Lawson kembali menggantikannya di Red Bull untuk balapan ketiga secara beruntun, sedangkan pembalap cadangan Yuki Tsunoda akan kembali tampil bersama Racing Bulls.
Antusiasme publik Madrid terhadap debut Madring juga sangat tinggi. Penyelenggara menyatakan seluruh tiket telah terjual, dengan sekitar 130.000 penonton diperkirakan hadir setiap hari.
Secara keseluruhan, jumlah penonton selama akhir pekan balapan diproyeksikan mendekati 350.000 orang.
Bagi Antonelli, debut Madring bukan hanya kesempatan memperbesar keunggulan di klasemen. Sirkuit baru dengan tikungan ekstrem La Monumental juga menjadi ujian penting bagi kemampuan sang pemimpin klasemen menghadapi tantangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
- Formula 1
- Kimi Antonelli
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Pemerintah Kabupaten Tangerang Siap Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana NTT
-
Tekanan terhadap Infantino Meningkat, UEFA Pertahankan Ancaman Boikot meski CAF Beri Dukungan
-
Bea Cukai gagalkan penyelundupan ekspor emas
-
Promo HUT RI ke-81! Tiket Whoosh Jakarta-Karawang Mulai Rp8.800, Ini Cara Dapatnya
-
Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Mastel Dorong Platform Global Andil ke Infrastruktur Digital Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.