Harvest Gandeng Chef Reynold Poernomo, Hadirkan Lima Kreasi Baru
Kamis, 01 Okt 2026, 19:35 WIBJAKARTA â The Harvest melanjutkan proses rebranding yang diumumkan pada September 2026 dengan menggandeng chef Reynold Poernomo dalam kolaborasi pengembangan produk. Kolaborasi tersebut menghasilkan lima kreasi baru yang terdiri dari kategori cake dan viennoiserie.
Produk hasil kolaborasi The Harvest dan Reynold Poernomo diperkenalkan pada Kamis, 1 Oktober 2026, di The Harvest Pluit, Jakarta. Gerai tersebut menjadi salah satu lokasi yang mengusung konsep toko baru setelah proses rebranding The Harvest.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi The Harvest untuk menghadirkan inovasi produk sekaligus memperkenalkan konsep baru yang tetap berkaitan dengan konsumsi sehari-hari. Perusahaan menyebut pendekatan tersebut sebagai bagian dari pilar rebranding âExperiencing Something New, Alwaysâ.
Chief Executive Officer The Harvest, Sylvia Andriani Rizal, mengatakan rebranding yang dilakukan perusahaan tidak hanya mencakup perubahan identitas visual dan konsep gerai, tetapi juga pengembangan produk.
âRebranding bagi kami bukan sekadar pembaruan tampilan logo, warna dan konsep toko baru, melainkan komitmen untuk terus menghadirkan sesuatu yang baru bagi pelanggan,â ujar Sylvia dalam keterangannya pada hari Kamis (1/10).
Menurut dia, kolaborasi dengan Reynold Poernomo diarahkan untuk menggabungkan pengalaman pengembangan produk The Harvest selama lebih dari dua dekade dengan perspektif kuliner Reynold.
Lima Kreasi Baru
Rangkaian kolaborasi The Harvest dan Reynold Poernomo terdiri dari lima produk, yakni dua kreasi cake dan tiga produk viennoiserie.
Pada kategori cake, salah satu produk yang diperkenalkan adalah Apple in Wonderland. Produk ini menggunakan konsep chiffon cake dengan tekstur ringan dan tambahan aroma jasmine tea, honey citron, serta apel segar.
Perpaduan tersebut dirancang untuk menghasilkan kombinasi rasa manis, segar, dan aroma floral dalam satu produk. The Harvest menyebut kreasi ini sebagai interpretasi baru terhadap jenis cake yang sudah dikenal konsumen.
Produk kedua adalah The Cloud Nine, yang tersedia dalam format Whole Cake dan ukuran personal Petite Cloud Nine.
The Cloud Nine menggunakan chocolate sponge dengan ganache bertekstur lembut. Produk ini dibuat menggunakan Belgian Chocolate dan karamel, serta dilengkapi chocolate bonbon sebagai elemen tambahan di dalam kreasi tersebut.
Reynold mengatakan pengembangan cake dalam kolaborasi ini dilakukan dengan mempertahankan karakter dessert yang mudah dinikmati, tetapi diberi sentuhan teknik dan kombinasi rasa yang berbeda.
âDalam cake series, saya ingin menghadirkan dessert yang familiar dengan sentuhan sophisticated, namun tetap light and moreish,â ujar Reynold.
Menggabungkan Cita Rasa Asia dan Teknik Pastry Prancis
Selain cake, kolaborasi ini menghadirkan tiga produk viennoiserie yang memadukan inspirasi rasa Asia dengan teknik pastry bergaya Prancis.
Produk pertama adalah Mango Sticky Rice Danish, yang mengambil inspirasi dari hidangan khas Thailand. Produk ini menggunakan pastry danish dengan tekstur renyah dan buttery, dipadukan dengan mangga serta sentuhan calamansi.
Berikutnya, Parmesan Schmaltz Danish menghadirkan karakter rasa gurih melalui kombinasi pastry danish, chicken schmaltz, dan keju Parmesan.
Sementara itu, Patty Melt Bun mengambil inspirasi dari konsep comfort food. Produk ini memadukan patty daging sapi, caramelized onion, keju, dan bun bertekstur lembut.
Menurut Reynold, ketiga produk tersebut dikembangkan dengan pendekatan yang menggabungkan cita rasa yang sudah dikenal dengan interpretasi baru.
âLewat kolaborasi ini, kami ingin membawa perspektif kuliner berkelas dunia ke dalam kreasi yang tetap approachable dan enjoyable, sehingga bisa dinikmati dan menjadi bagian dari berbagai momen sehari-hari,â katanya.
Bagian dari Kelanjutan Rebranding
Bagi The Harvest, pengembangan lima produk tersebut menjadi bagian dari kelanjutan transformasi merek yang sebelumnya diumumkan pada September 2026.
Sylvia mengatakan inovasi produk menjadi salah satu cara perusahaan menerjemahkan perubahan tersebut ke dalam pengalaman pelanggan.
âKolaborasi ini menjadi salah satu cara kami menunjukkan bahwa perjalanan rebranding The Harvest terus berlanjut melalui inovasi yang dapat langsung dirasakan pelanggan,â kata Sylvia.
Ia mengatakan perusahaan ingin menghadirkan produk yang dapat dikonsumsi dalam berbagai kesempatan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun ketika berkumpul bersama keluarga dan teman.
Rangkaian produk The Harvest dan Reynold Poernomo mulai tersedia pada 1 Oktober 2026. Pada tahap awal, produk tersebut dipasarkan di sejumlah gerai The Harvest di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
The Harvest menyebut distribusi produk akan diperluas secara bertahap ke lebih banyak gerai di Indonesia.
The Harvest sendiri merupakan merek bakery dan patisserie asal Indonesia yang berdiri sejak 2004 di bawah naungan PT Sentra Aktaha Horeca. Memasuki usia 22 tahun, perusahaan menyatakan tengah mengembangkan identitas sebagai merek yang berorientasi pada gaya hidup, dengan produk bakery dan pastry serta konsep gerai yang diperbarui.
- Kuliner Indonesia
- Bakery
- Produk Bakery
- Harvest
- Rebranding Harvest
- Pastry
- Reynold Poernomo
- Harvest Indonesia
- Cake
- Viennoiserie
- Apple in Wonderland
- The Cloud Nine
- Mango Sticky Rice Danish
- Parmesan Schmaltz Danish
- Patty Melt Bun
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Kebijakan Ekonomi Konsisten, Malaysia Nyaris jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
-
Ebola di Kongo Makin Mengkhawatirkan, Kasus Tembus 7.000 dan 3.400 Orang Tewas
-
Rumah Dinas Milik Dinas Pertamanan yang Kebakaran di Jatinegara
-
Likuiditas Bank Dijaga Lewat SAL, BRI Optimistis Kredit Tetap Mengalir
-
Kualifikasi Piala Asia U-20: Garuda Muda Harus Lebih Tajam Hadapi Laos
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.