• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Enlit Asia dan MKI Electri...

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 Perkuat Kolaborasi Energi ASEAN

Kamis, 01 Okt 2026, 20:13 WIB

TANGERANG — Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 mempertemukan pemerintah, regulator, perusahaan utilitas, investor, penyedia teknologi, dan pelaku industri energi dari Indonesia, negara-negara ASEAN, serta berbagai kawasan lain di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 22–24 September 2026.

Forum dan pameran sektor ketenagalistrikan yang berlangsung selama tiga hari tersebut mengangkat tema “Powering Regional Sovereignty, Securing Energy Systems Resilience”. Pembahasan berfokus pada ketahanan energi, keandalan sistem ketenagalistrikan, transisi energi, digitalisasi, dan kesiapan implementasi teknologi untuk menghadapi tantangan sektor energi di kawasan.

Ket. Foto: Suasana pameran Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 yang berlangsung di ICE BSD City. Ajang ini mempertemukan pelaku energi dari 27 negara untuk membahas ketahanan energi, transisi energi, digitalisasi, investasi, dan teknologi ketenagalistrikan. — Sumber: Istimewa

Penyelenggara mencatat lebih dari 11.000 pengunjung, partisipasi lebih dari 280 peserta pameran dari 27 negara, serta kehadiran lebih dari 350 pembicara dan pemimpin industri. Angka tersebut mencerminkan luasnya partisipasi pemangku kepentingan dalam forum yang mempertemukan kebutuhan infrastruktur energi, perkembangan teknologi, dan peluang investasi.

Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 diselenggarakan melalui kemitraan Clarion Events Asia dan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), dengan dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta PT PLN (Persero). Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pertukaran pengetahuan dan pengembangan kemitraan di sepanjang rantai nilai industri ketenagalistrikan.

Ketahanan Energi dan Transformasi Sistem Ketenagalistrikan

Pembahasan dalam forum tersebut mencakup sejumlah persoalan yang dihadapi sektor energi, mulai dari modernisasi jaringan listrik, pengembangan pembangkit, dekarbonisasi industri, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital.

Agenda konferensi dibagi ke dalam empat jalur utama, yaitu Grid Modernisation, Clean & Thermal Generation, Powering Industries & Decarbonisation, serta Digitalisation & AI. Keempatnya mencakup aspek infrastruktur jaringan, pasokan listrik, kebutuhan energi industri, dan penerapan teknologi dalam pengelolaan sistem ketenagalistrikan.

Selain konferensi utama, penyelenggara menghadirkan sejumlah forum tematik, antara lain Nickel Power Forum, Nuclear Forum, Clean Energy Investor Agora, dan DC X POWER. Forum terakhir membahas hubungan antara pertumbuhan pusat data (data center) dan kebutuhan infrastruktur listrik yang mendukung operasionalnya.

Pertumbuhan pusat data, elektrifikasi industri, dan pengembangan teknologi digital menjadi bagian dari tantangan perencanaan ketenagalistrikan. Kebutuhan listrik yang terus berkembang perlu diimbangi dengan kapasitas pembangkitan, jaringan transmisi dan distribusi, serta pengelolaan sistem yang andal.

Di sisi lain, transisi menuju energi yang lebih rendah emisi membutuhkan koordinasi antara pemerintah, perusahaan utilitas, pengembang pembangkit, investor, dan penyedia teknologi. Karena itu, forum regional seperti Enlit Asia dan MKI Electricity Connect menjadi salah satu ruang untuk membahas kebutuhan tersebut sekaligus menjajaki bentuk kerja sama lintas negara.

Membuka Peluang Bisnis dan Investasi Energi

Di luar sesi konferensi dan pameran, peserta memperoleh kesempatan untuk melakukan business matching dan membangun jejaring dengan perusahaan utilitas, produsen listrik independen (Independent Power Producer/IPP), pengembang energi terbarukan, perusahaan rekayasa, pengadaan dan konstruksi (EPC), pengguna energi industri, investor, lembaga pemerintah, serta penyedia teknologi.

Pertemuan antarpelaku industri tersebut membuka ruang untuk bertukar informasi mengenai kebutuhan proyek, solusi teknologi, pembiayaan, dan potensi kemitraan. Bagi sektor ketenagalistrikan, kolaborasi semacam ini berkaitan dengan upaya mempertemukan kebutuhan infrastruktur dengan kemampuan pendanaan dan implementasi.

Keterlibatan peserta dari berbagai negara juga memperluas ruang diskusi mengenai tantangan energi di tingkat ASEAN. Kerja sama regional menjadi relevan ketika negara-negara di kawasan menghadapi kebutuhan yang saling berkaitan, seperti peningkatan permintaan listrik, pengembangan energi bersih, modernisasi jaringan, dan penguatan ketahanan pasokan.

Meski demikian, realisasi peluang investasi dan kerja sama yang dibahas dalam forum semacam ini tetap bergantung pada tindak lanjut para pihak, kesiapan proyek, kepastian regulasi, serta kelayakan teknis dan finansial.

ICE BSD City Menopang Penyelenggaraan Acara Berskala Internasional

Sebagai lokasi penyelenggaraan, ICE BSD City mengakomodasi rangkaian pameran, konferensi, pertemuan bisnis, dan kegiatan jejaring yang berlangsung selama tiga hari.

Siti Karmila, General Manager ICE BSD City, mengatakan penyelenggaraan acara dengan skala dan kompleksitas tersebut membutuhkan dukungan yang melampaui ketersediaan ruang. Kesiapan operasional, fleksibilitas area, aksesibilitas, standar keselamatan, serta koordinasi tim menjadi bagian penting dalam pelaksanaan acara.

“Kami menyambut baik keberhasilan penyelenggaraan Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD City. Event dengan skala dan kompleksitas seperti ini membutuhkan lebih dari sekadar ruang yang besar,” ujar Karmila melalui keterangannya pada hari Kamis (1/10).

ICE BSD City memiliki 10 hall pameran dengan luas total sekitar 50.000 meter persegi, convention hall seluas 4.000 meter persegi, 33 ruang pertemuan, serta area luar ruang. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk mengakomodasi berbagai format kegiatan, mulai dari pameran industri dan konferensi hingga pertemuan bisnis.

Karmila menambahkan, penyelenggaraan acara internasional yang melibatkan pemerintah, perusahaan, investor, dan penyedia teknologi dapat menjadi ruang bagi pertemuan bisnis serta pertukaran pengetahuan lintas negara. Menurut dia, ICE BSD City berupaya mendukung kebutuhan penyelenggara melalui pengembangan sumber daya manusia, penerapan standar keselamatan, dan peningkatan kualitas layanan.

Pengelolaan Lingkungan dalam Penyelenggaraan MICE

Selain kapasitas dan kesiapan operasional, pengelolaan lingkungan menjadi salah satu aspek yang dikembangkan ICE BSD City dalam mendukung kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).

Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah kolaborasi dengan Rekosistem melalui penyediaan Reverse Vending Machine (RVM) dan dukungan terhadap pengelolaan sampah di kawasan venue. RVM merupakan mesin yang dapat menerima kemasan tertentu untuk mendukung proses pengumpulan dan pemilahan material yang berpotensi didaur ulang.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya pengelolaan limbah dalam aktivitas pameran dan konferensi, yang melibatkan banyak peserta, exhibitor, serta kebutuhan logistik. Efektivitasnya bergantung pada partisipasi pengguna, pemilahan sampah, dan pengelolaan lanjutan setelah material dikumpulkan.

Dampak Terhadap Pariwisata Bisnis

Penyelenggaraan Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 turut mendatangkan peserta, delegasi, exhibitor, dan profesional industri ke kawasan BSD City. Pergerakan tersebut berpotensi mendukung aktivitas usaha di sektor perhotelan, transportasi, kuliner, ritel, dan layanan pendukung lainnya.

Dampak ekonomi dari kegiatan MICE tidak hanya berkaitan dengan aktivitas di dalam lokasi acara, tetapi juga pengeluaran peserta selama berada di kawasan penyelenggaraan. Besarnya dampak tersebut dipengaruhi oleh jumlah pengunjung, lama tinggal, asal peserta, serta pola belanja dan penggunaan layanan lokal.

Dengan mempertemukan pemangku kepentingan energi dari Indonesia, ASEAN, dan negara lainnya, Enlit Asia dan MKI Electricity Connect 2026 menjadi salah satu wadah dialog mengenai masa depan ketenagalistrikan regional. Penyelenggaraan ini sekaligus memperlihatkan peran pameran dan konferensi industri dalam mempertemukan kebutuhan teknologi, investasi, dan kemitraan di sektor energi.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.