City Lebih Siap Hadapi Derbi Lawan MU

Jumat, 11 Sep 2026, 06:57 WIB

MANCHESTER – Derbi Manchester menjadi sajian utama pekan keempat Liga Inggris. Manchester United akan menjamu Manchester City di Old Trafford, Minggu (13/9) sore waktu setempat. Ini laga yang tidak sekadar mempertaruhkan gengsi dua klub sekota, tetapi juga menjadi ujian awal bagi arah perjalanan kedua tim musim ini.

Derbi kali ini hadir dengan cerita berbeda. MU belum menunjukkan konsistensi setelah mengawali kompetisi dengan kekalahan dari Hull City, kemenangan telak atas Ipswich Town, dan hasil imbang 2-2 melawan Everton. Sebaliknya, City datang dengan modal sempurna di liga. Juga baru saja menambah kepercayaan diri setelah menang 2-0 atas Porto di Liga Champions.

Ket. Foto: Pemain Manchester City Erling Haaland merayakan gol keduanya dalam pertandingan Liga Champions UEFA antara FC Porto lawan Manchester City di Stadion Dragao, Porto, pada 8 September 2026. — Sumber: PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP

Bagi MU, bermain di Old Trafford tetap menjadi keuntungan psikologis. Namun, persoalan kebugaran dan kedalaman skuad membuat tugas pelatih Michael Carrick tidak ringan. Jadwal padat juga menjadi perhatian karena MU harus tampil di Liga Champions sebelum menghadapi City. Carrick mengakui waktu pemulihan yang singkat bukan kondisi ideal, tetapi ia menegaskan timnya harus mampu beradaptasi.

“Itu memang tidak ideal, tetapi kami harus menghadapinya dan berusaha sebaik mungkin untuk mempersiapkan diri,” ujar Carrick mengenai jeda singkat sebelum derbi. MU diprediksi mengandalkan Bruno Fernandes sebagai penghubung utama lini tengah dan depan. Pergerakan Bryan Mbeumo serta Benjamin Šeško juga menjadi senjata yang dapat merepotkan pertahanan City. Setelah mencetak gol penting pada awal musim, Mbeumo kembali menjadi salah satu tumpuan serangan Setan Merah.

Namun, City memiliki alasan lebih kuat untuk datang dengan kepercayaan diri. Tiga kemenangan beruntun di Liga Inggris menempatkan mereka di papan atas. Kemenangan atas Porto memperpanjang rentetan positif menjadi empat pertandingan di seluruh kompetisi. Enzo Maresca pun menghadapi derby pertamanya sebagai manajer City.

“Sekarang waktunya pemulihan. Kami mempersiapkan diri untuk pertandingan Minggu. Saya sangat bersemangat untuk itu, tetapi pertama-tama harus memulihkan kondisi pemain,” ujar Maresca setelah kemenangan atas Porto.

Maresca memang belum memberikan gambaran lengkap mengenai pendekatan taktiknya di Old Trafford. Namun, kemenangan di Porto menunjukkan City memiliki kedalaman skuad untuk menghadapi jadwal padat. Erling Haaland kembali menjadi ancaman utama setelah mencetak dua gol ke gawang Porto. Di belakangnya, kreativitas lini tengah dan kemampuan City mengontrol pertandingan akan menjadi tantangan besar bagi pertahanan United.

Secara matematis, duel ini menjadi salah satu pertandingan paling sulit diprediksi pada Gameweek 4. Model memberikan peluang kemenangan sekitar 32 persen kepada United, 42 persen untuk City, sedangkan kemungkinan berakhir imbang mencapai 26 persen. Angka tersebut memperlihatkan City sedikit lebih diunggulkan, tetapi tidak cukup untuk menghapus faktor Old Trafford dan karakter emosional sebuah derbi. Menariknya, Derbi Manchester bukan satu-satunya pertandingan yang menjanjikan drama.

Laga Lain

Enam laga di akhir pekan ini memiliki peluang kemenangan maksimum 48 persen atau lebih rendah. Artinya, persaingan Liga Inggris kembali memperlihatkan betapa tipis perbedaan antarklub, terutama ketika cedera mulai memengaruhi komposisi tim.

Bournemouth menghadapi Brentford pada hari Sabtu dengan peluang kemenangan 28 persen, berbanding 46 persen untuk tim tamu. Bournemouth kehilangan sejumlah pemain, termasuk kapten Ryan Christie yang terkena skors. Brentford sendiri datang setelah menghancurkan Tottenham Hotspur 3-0. Dalam lima pertemuan terakhir, Brentford memenangi empat laga dan unggul agregat 11-3.

Crystal Palace menghadapi Ipswich Town dalam pertandingan yang nyaris berimbang. Palace hanya mendapat peluang 38 persen untuk menang. Sedangkan Ipswich 35 persen. Palace masih mencari bentuk setelah kekalahan dari Everton. Ipswich membuka musim dengan kemenangan 2-1 atas Sunderland. Riwayat pertemuan memang menguntungkan Palace, tetapi kondisi terkini membuat duel ini sulit ditebak.

Aston Villa juga menghadapi Nottingham Forest dalam laga yang berpotensi menjadi pertarungan penting bagi dua tim yang ingin menjauh dari zona bawah. Villa memiliki peluang 48 persen, Forest 24 persen. Sisanya kemungkinan imbang. Persoalan terbesar Villa terletak pada daftar pemain yang tidak tersedia. Forest, meski tidak produktif, memiliki pertahanan yang relatif solid.

Tottenham juga harus bangkit ketika menjamu Everton. Kekalahan 0-3 dari Brentford menjadi alarm bagi Spurs. Sedangkan Everton datang dengan kepercayaan diri setelah menundukkan Palace. Spurs masih lebih diunggulkan dengan peluang 48 persen, tetapi performa mereka di kandang belum memberikan jaminan.

Leeds United kemudian menghadapi Newcastle United pada Senin. Leeds memiliki peluang 48 persen setelah kemenangan tipis atas Nottingham Forest. Newcastle justru masih mencari konsistensi, dengan catatan dua kekalahan, dua hasil imbang, dan satu kemenangan dalam lima pertandingan liga terakhir.

Di luar enam pertandingan yang relatif seimbang, beberapa laga memperlihatkan perbedaan kualitas lebih jelas. Liverpool menjadi favorit saat menjamu Fulham dengan peluang kemenangan 64 persen. Fulham kehilangan bek tengah Joachim Andersen karena skors, sebuah kerugian besar menghadapi kedalaman serangan Liverpool. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.