Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Candi Sambisari: Cerita Peradaban yang Terkubur Lahar Merapi

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 07:13 WIB | Oleh:
Candi Sambisari: Cerita Peradaban yang Terkubur Lahar Merapi Doc: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Ket. Wisatawan mengunjungi obyek wisata Candi Sambisari di Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta.

WISATA percandian di Yogyakarta bukan hanya Prambanan semata. Di provinsi ini tercatat ada 12 kompleks candi yang dapat dikunjungi, dan salah satu situs yang memiliki cerita cukup menarik untuk diikuti adalah Candi Sambisari.

Candi Sambisari terletak di Jalan Candi Sambisari, Dusun Sambisari, Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya berada di sebelah utara Bandara Adisutjipto dengan jarak sekitar 3,4 km dan waktu tempuh sekitar 10 menit.

Yang menarik dari candi ini adalah letaknya yang berada di bawah permukaan tanah sekitarnya. Saat melihat candi ini dari arah pintu masuk, wisatawan tidak memandang ke atas, melainkan melihat ke bawah.

Situs ini berupa cekungan luas berbentuk persegi empat. Di tengahnya berdiri bangunan candi yang dikelilingi halaman, pagar batu, serta rumput hijau. Posisi tersebut membuat Candi Sambisari seolah-olah berada di dalam sebuah mangkuk raksasa yang sengaja dibuat di tengah tanah.

Untuk menjangkau bangunan candi, pengunjung harus menuruni tangga menuju halaman utama. Dari pintu masuk di sisi barat, beberapa langkah kemudian pengunjung akan sampai pada cekungan tempat Candi Sambisari berada.

Candi Sambisari berada sekitar 6,5 meter di bawah permukaan tanah sekitarnya. Posisi unik tersebut merupakan akibat dari proses alam yang berlangsung berabad-abad—ketika material vulkanik Gunung Merapi menimbun kawasan di sekitarnya—bukan karena rancangan atau desain pembangunan awal.

Candi Sambisari tidak tertimbun seketika oleh ledakan dahsyat seperti Pompeii di Italia atau Situs Liyangan di Temanggung yang terkubur material vulkanik Gunung Sindoro, melainkan terbenam secara bertahap akibat serangkaian banjir lahar dingin dan pengendapan sedimentasi sungai (aluvial vulkanik) dari Merapi dalam jangka panjang.

Kondisi geologi inilah yang menjelaskan mengapa saat ini posisi dasar Candi Sambisari berada di dalam sebuah cekungan buatan. Para arkeolog yang merekonstruksi candi harus menggali endapan tanah setinggi 6,5 meter yang pernah menutupinya selama hampir seribu tahun.

Karena itulah, perjalanan menuju Candi Sambisari terasa seperti perjalanan menembus lapisan waktu. Membayangkan bagaimana candi yang dulunya sejajar dengan permukaan tanah lalu terkubur memberikan gambaran nyata tentang dahsyatnya proses pengendapan alam.

Dari sisi corak, Candi Sambisari merupakan candi Hindu yang berkaitan dengan pemujaan terhadap Dewa Siwa. Mengenai kapan tepatnya bangunan dari batu andesit ini didirikan, para ahli belum sepenuhnya memiliki kesepakatan.

Kajian berdasarkan arsitektur menempatkan perkiraan pembangunannya pada sekitar abad ke-8, sementara analisis terhadap temuan inskripsi pada lempengan emas menunjukkan kemungkinan dari abad ke-9. Salah satu pembacaan inskripsi tersebut berbunyi “om siwa sthana”, yang dimaknai sebagai penghormatan atau pembuatan tempat bagi Dewa Siwa. Dengan kata lain, Candi Sambisari kemungkinan telah berdiri lebih dari seribu tahun lalu sebelum perubahan besar pada lanskap Jawa terjadi.

Gunung Merapi, yang berada di sebelah utara kawasan Yogyakarta, mengalami aktivitas erupsi besar pada masa lalu. Material vulkanik berupa pasir, batu, dan endapan lainnya menutupi kawasan di sekitar candi. Dalam proses yang berlangsung lama, bangunan Candi Sambisari akhirnya terkubur dan menghilang dari permukaan.

Selama ratusan tahun, masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut tidak lagi melihat candi yang pernah berdiri di sana. Sementara itu di atasnya, kehidupan terus berlangsung. Tanah yang dahulu menjadi tempat berdirinya kompleks keagamaan berubah menjadi lahan pertanian.

Terantuk Ujung Cangkul

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.