- Home
-
- Luar Negeri
-
- 25 Tahun Serangan 9/11, Up...
25 Tahun Serangan 9/11, Upacara Peringatan Digelar untuk Mengenang Para Korban
Jumat, 11 Sep 2026, 15:00 WIBJAKARTA - Peringatan 25 tahun serangan 11 September 2001 digelar pada Jumat (11/9/2026) untuk mengenang ribuan korban yang tewas dalam serangkaian serangan teror di Amerika Serikat. Upacara peringatan berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk tiga tempat yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat yang dibajak serta London, Inggris.
Serangan yang terjadi pada 11 September 2001 menewaskan 2.977 orang. Dalam tragedi tersebut, para pembajak menabrakkan tiga pesawat ke kompleks World Trade Center di New York City dan Pentagon di Virginia.
Sementara itu, pesawat keempat yang dibajak jatuh di sebuah ladang di Pennsylvania. Pesawat tersebut jatuh setelah para penumpang melakukan perlawanan terhadap para pembajak yang berusaha mengambil alih kendali penerbangan.
Upacara untuk menghormati para korban juga digelar di Queen Elizabeth Olympic Park, London, pada pukul 11.00 waktu setempat. Peringatan serupa berlangsung di New York, Virginia, dan Pennsylvania yang menjadi lokasi utama dalam rangkaian tragedi tersebut.
Serangan 11 September 2001 tidak hanya menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, tetapi juga membawa perubahan besar terhadap kebijakan berbagai negara. Jurnalis BBC Frank Gardner menyebut serangan tersebut beserta respons yang muncul setelahnya menjadi salah satu penentu kebijakan luar negeri, keamanan, dan intelijen selama dua dekade pertama abad ke-21.
Penghormatan dari Inggris
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham turut memberikan penghormatan kepada para korban dalam peringatan 25 tahun serangan 9/11. Dalam unggahannya di X pada Jumat pagi, Burnham mengenang hampir 3.000 orang yang kehilangan nyawa, termasuk 67 warga Inggris.
Burnham mengatakan pikirannya tertuju kepada keluarga dan orang-orang yang kehilangan teman maupun anggota keluarga akibat serangan tersebut. Menurutnya, meskipun waktu telah berlalu selama 25 tahun, rasa kehilangan dan kesedihan akibat tragedi tersebut masih dirasakan hingga saat ini.
Ia juga menegaskan bahwa kebencian dan ketakutan tidak boleh menjadi pesan terakhir dari tragedi 9/11. Burnham menyatakan orang-orang yang berusaha menghancurkan cara hidup masyarakat tidak akan pernah menang.
Burnham kemudian mengaitkan pesan tersebut dengan pengalamannya ketika menjabat sebagai wali kota Manchester. Ia mengatakan semangat perlawanan yang sama juga terlihat di Manchester setelah dua serangan terjadi di kota tersebut.
Ia juga mengingat dukungan yang diberikan masyarakat Amerika Serikat kepada Manchester ketika kota tersebut menghadapi serangan. Menurut Burnham, dukungan dan persahabatan dari masyarakat Amerika menjadi sesuatu yang tidak akan pernah ia lupakan.
Kepala MI5 Ingatkan Pentingnya Kesiapan
Direktur Jenderal MI5 Sir Ken McCallum juga menyampaikan pesan dalam momentum 25 tahun serangan 9/11. Dalam tulisannya di The Independent, McCallum mengatakan kengerian serangan tersebut tidak akan pernah hilang dari ingatannya.
McCallum mengatakan serangan 9/11 membuat jelas bahwa jaringan Al Qaeda tidak hanya perlu dihadapi, tetapi juga harus dihancurkan. Ia menyebut kelompok ekstremis tersebut masih menjadi ancaman, meskipun kemampuan mereka saat ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan kondisi pada 2001.
Menurut McCallum, melemahnya kemampuan Al Qaeda merupakan hasil dari upaya multinasional dalam memerangi jaringan tersebut. Ia menyebut Amerika Serikat memiliki peran kuat dalam upaya internasional tersebut.
Namun, McCallum menilai kondisi ancaman yang dihadapi MI5 pada 2026 sudah jauh berbeda dibandingkan 25 tahun lalu. Karena itu, lembaga tersebut harus tetap memiliki keteguhan sekaligus kemampuan untuk beradaptasi menghadapi perubahan ancaman keamanan.
McCallum menegaskan bahwa mengenang para korban tidak cukup untuk mengambil pelajaran dari tragedi 9/11. Menurut dia, masyarakat dan lembaga keamanan juga memiliki tanggung jawab untuk membangun kesiapan, ketahanan, dan keberanian beradaptasi sebelum menghadapi ancaman berikutnya.
Peringatan 25 tahun serangan 9/11 menjadi momentum untuk kembali mengenang ribuan orang yang kehilangan nyawa sekaligus mengingat dampak panjang tragedi tersebut terhadap dunia. Seperempat abad setelah serangan terjadi, peristiwa tersebut masih menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai keamanan, intelijen, kebijakan luar negeri, dan ketahanan masyarakat.
- Tragedi
- New York
- Aksi Terorisme
- Pentagon
- serangan 9/11
- Amerika Serikat
- world trade center
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Lada Putih Muntok Bangka Siap Mendunia, Kementerian UMKM Bidik 1.200 Restoran di 63 Negara
-
Petarung Indonesia Bilal Hasan Menang di DWSC, Dapat Kontrak UFC Dana White Tak Sabar Nonton Penampilannya
-
Pesan Menyentuh Eks Menlu Retno Marsudi Tentang Rupiah
-
Syrian Airlines Terbang Lagi Aktifkan Rute Damaskus-Moskow
-
Menteri P2MI Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Pekerja Migran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.