• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Meta Perkenalkan Muse, Age...

Meta Perkenalkan Muse, Agen AI Personal yang Dirancang untuk Menjalankan Tugas Pengguna

Jumat, 11 Sep 2026, 14:45 WIB

JAKARTA — Meta memperkenalkan Muse, agen kecerdasan buatan (AI) personal yang dirancang bukan hanya untuk menjawab pertanyaan, tetapi juga menjalankan berbagai tugas atas nama pengguna. Agen ini dikembangkan untuk membantu mengelola pekerjaan, menyusun rencana, menggunakan sejumlah aplikasi, hingga menindaklanjuti tujuan pengguna secara lebih mandiri.

Berbeda dengan chatbot AI yang umumnya memberikan informasi atau menghasilkan konten berdasarkan perintah, Muse dirancang sebagai personal agent yang dapat mengambil sejumlah tindakan di dunia digital. Pengguna cukup menyampaikan apa yang ingin dilakukan, kemudian Muse menyusun langkah yang diperlukan dan menjalankan tugas tersebut sesuai izin yang diberikan.

Ket. Foto: Meta memperkenalkan Muse, agen AI personal yang dapat menjalankan tugas pengguna, mengingat informasi penting, serta dilengkapi sistem keamanan dan kontrol privasi. — Sumber: Meta

Dalam siaran persnya pada hari Rabu (9/9), Meta mengembangkan Muse dengan sasaran penggunaan yang luas, termasuk oleh orang yang tidak memiliki pengalaman teknis. Interaksinya dibuat menyerupai komunikasi melalui pesan, baik menggunakan aplikasi Muse maupun melalui WhatsApp.

Untuk menjalankan fungsi tersebut, Muse menggunakan Muse Secure VM, sebuah mesin virtual khusus yang dirancang sebagai lingkungan komputasi bagi agen sekaligus tempat penyimpanan data pengguna. Sistem tersebut menjadi bagian penting dari arsitektur Muse karena agen AI yang dapat bertindak atas nama pengguna membutuhkan lingkungan kerja yang berbeda dari chatbot konvensional.

Muse juga didukung Muse Spark, model AI yang dikembangkan Meta untuk menangani pekerjaan berbasis agen di dunia nyata. Dengan kombinasi tersebut, Muse dapat membuka peramban, mengisi formulir, mengelola sejumlah tugas digital, hingga melakukan tindakan tertentu atas nama pengguna.

Dari Perintah Sederhana hingga Target Jangka Panjang

Kemampuan Muse tidak hanya diarahkan untuk tugas-tugas sederhana seperti mengirim email atau membantu memesan perjalanan. Meta juga merancangnya untuk membantu pengguna mencapai tujuan yang membutuhkan beberapa tahapan.

Ketika pengguna menyampaikan sebuah target, Muse dapat membantu menyusun rencana yang disesuaikan dengan kebutuhan, mengoordinasikan waktu dan sumber daya, kemudian melanjutkan sejumlah pekerjaan secara mandiri. Untuk pekerjaan yang membutuhkan waktu lebih panjang, Muse dapat tetap bekerja setelah aplikasi ditutup dan kembali meminta perhatian pengguna ketika terjadi perubahan atau diperlukan persetujuan.

Dalam sejumlah tindakan yang memiliki konsekuensi langsung, Muse tetap menempatkan pengguna sebagai pengambil keputusan. Misalnya, sebelum mengirim email atau melakukan pembelian, sistem akan meminta konfirmasi.

Pendekatan tersebut membedakan konsep agen AI dari chatbot biasa. Jika chatbot terutama menunggu pertanyaan dan memberikan jawaban, agen AI dirancang untuk menjalankan rangkaian tindakan berdasarkan tujuan yang diberikan pengguna.

Muse juga dikembangkan untuk menangani aktivitas yang melibatkan transaksi. Pada proses pembayaran, Muse dapat menggunakan Link yang dikembangkan Stripe. Menurut Meta, Muse menjadi agen AI pertama yang dilindungi jaminan keamanan pembelian Link untuk transaksi yang memenuhi syarat.

Sistem tersebut mencakup perlindungan terhadap barang yang rusak atau hilang, penurunan harga, pengembalian barang tanpa biaya, serta jaminan pengembalian dana untuk pembelian yang memenuhi persyaratan. Link juga menyediakan kartu sekali pakai bagi agen sehingga detail kartu asli pengguna tidak perlu diberikan kepada Muse.

Meta menyebut dukungan Shop Pay akan ditambahkan sebagai metode pembayaran lain. Muse juga dirancang untuk mendukung 1Password sehingga agen dapat menggunakan kredensial login yang telah dimiliki pengguna tanpa harus mengetahui informasi tersebut secara langsung.

Memanfaatkan Informasi yang Diingat

Salah satu fitur yang menjadi bagian penting dari konsep Muse adalah kemampuannya mengingat informasi yang dianggap penting oleh pengguna. Dengan kemampuan tersebut, agen dapat menggunakan informasi yang pernah disampaikan dalam percakapan untuk memberikan saran atau menindaklanjuti pekerjaan di kemudian hari.

Sebagai contoh, Muse dapat mengubah resep yang disimpan pengguna di Instagram menjadi daftar belanja. Agen juga dapat membantu menyusun menu untuk acara makan malam dan mempertimbangkan pantangan makanan para tamu berdasarkan informasi yang sebelumnya telah diberikan.

Kemampuan mengingat tersebut memungkinkan interaksi dengan agen berlangsung lebih berkelanjutan. Pengguna tidak selalu harus mengulang informasi yang sama setiap kali meminta bantuan.

Namun, kemampuan mengingat juga membuat aspek privasi menjadi lebih penting. Semakin banyak informasi yang digunakan agen untuk memberikan layanan personal, semakin besar pula kebutuhan untuk mengatur data apa yang boleh disimpan dan bagaimana data tersebut digunakan.

Muse Secure VM dan Lapisan Keamanan

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Meta menempatkan Muse di dalam lingkungan komputasi khusus bernama Muse Secure VM. Menurut perusahaan, mesin virtual tersebut dirancang untuk mengisolasi agen dan data pengguna dari sistem lain.

Muse berjalan pada komputer khusus di cloud yang digunakan untuk menjalankan agen serta menyimpan data dan kredensial layanan yang dihubungkan pengguna. Meta mengatakan agen milik pihak lain tidak dapat mengakses lingkungan tersebut.

Di dalam sistem yang sama terdapat agen bernama Sentinel yang berfungsi sebagai lapisan pengawasan terpisah dari Muse. Aktivitas Muse yang membutuhkan koneksi internet harus melalui Sentinel. Sistem tersebut dapat meminta persetujuan pengguna ketika suatu tindakan memerlukannya.

Arsitektur ini dirancang untuk mengurangi risiko ketika agen AI diberikan kemampuan untuk berinteraksi langsung dengan layanan internet. Alih-alih memberikan akses internet tanpa batas kepada agen, aktivitasnya ditempatkan di bawah lapisan kontrol tambahan.

Meta juga menyatakan bahwa Muse tidak memiliki akses langsung terhadap kata sandi atau metode pembayaran pengguna. Kredensial yang diberikan pengguna disimpan dalam penyimpanan aman dan dapat digunakan oleh sistem tanpa harus memperlihatkan informasi tersebut kepada Muse.

Pengguna Tetap Memegang Kendali

Meta menempatkan kontrol pengguna sebagai salah satu bagian utama dari desain Muse. Pengguna dapat memilih aplikasi yang akan dihubungkan dan menentukan tingkat akses yang diberikan.

Pada layanan email, misalnya, pengguna dapat menentukan apakah Muse hanya diperbolehkan membaca email atau juga diberi wewenang untuk mengirim email atas nama pengguna.

Izin tersebut dapat diubah atau dihentikan kapan saja. Muse juga menyediakan riwayat aktivitas sehingga pengguna dapat mengetahui tindakan yang telah dilakukan maupun tindakan yang direncanakan agen.

Untuk tindakan yang dianggap sensitif, Muse akan meminta konfirmasi terlebih dahulu. Dengan mekanisme tersebut, keputusan akhir atas aktivitas tertentu tetap berada di tangan pengguna, meskipun proses persiapan dan pelaksanaannya dapat dikerjakan oleh agen.

Meta juga menyatakan bahwa pengguna dapat memilih agar interaksi mereka dengan Muse tidak digunakan untuk melatih model AI Meta. Perusahaan menyebut percakapan maupun data pengguna yang berada di dalam VM tidak dibagikan kepada sistem periklanan Meta.

Pengguna juga dapat meminta Muse melupakan informasi yang sebelumnya telah dipelajari. Fitur tersebut menjadi bagian dari kontrol terhadap memori personal yang digunakan agen.

Kehadiran Muse menunjukkan perkembangan AI dari sistem yang terutama berfungsi sebagai alat tanya jawab menuju agen yang dapat menjalankan serangkaian tindakan secara mandiri. Perubahan tersebut sekaligus membawa tantangan baru karena semakin besar kemampuan agen untuk bertindak atas nama seseorang, semakin penting pula mekanisme keamanan, privasi, transparansi, dan persetujuan pengguna.

Dengan Muse Secure VM, Sentinel, pembatasan akses, konfirmasi untuk tindakan sensitif, serta kontrol terhadap memori dan data, Meta mencoba membangun lapisan pengamanan untuk model penggunaan AI yang lebih aktif. Bagi pengguna, perkembangan tersebut pada akhirnya bukan hanya soal seberapa pintar agen memahami perintah, tetapi juga seberapa jauh mereka dapat mengendalikan apa yang boleh dilakukan agen tersebut.

  • Whatsapp
  • Keamanan Siber
  • Agen AI
  • Muse
  • Teknologi AI
  • Meta
  • Kecerdasan Buatan
  • keamanan AI
  • Artificial Intelligence
  • Muse Spark
  • Sentinels
  • AI Personal
  • Privasi Data
  • kecerdasan buatan
  • AI Agent
  • Muse Secure VM
  • Stripe
  • Link

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.