Hujan Lebat dan Banjir Melanda Nagoya Jepang, Satu Orang Tewas

Kamis, 10 Sep 2026, 08:25 WIB

NAGOYA - Setidaknya satu orang tewas dalam bencana longsor dan lebih dari 40 lainnya mengalami luka ringan di Jepang tengah, kata pihak berwenang, Rabu (9/9), setelah pita hujan linier membawa hujan lebat d wilayah Tokai hari sebelumnya.

Di Nagoya, pemerintah setempat mengatakan akan memberikan bantuan darurat di seluruh kota, banyak penumpang dan pelajar terjebak semalaman setelah transportasi lumpuh akibat hujan deras. Hingga Rabu, sekitar 3.500 orang telah berlindung di pusat-pusat evakuasi dan sekitar 200 kendaraan terendam banjir, kata pihak berwenang.

Ket. Foto: Orang-orang mendorong mobil yang mogok di jalan yang tergenang banjir di Kota Nagoya, Jepang, 8 September 2026 — Sumber: Kyodo

Hingga pukul 1 siang di Nagoya, sekitar 41 orang terluka, sementara seorang warga yang terjebak longsor pada Selasa pagi di Kawanehoncho, Prefektur Shizuoka, dinyatakan meninggal dunia pada hari Rabu saat mencoba memperkuat lereng.

Seorang pria berusia 60-an di Kuwana, Prefektur Mie, dilaporkan terjatuh dan mengalami patah tulang setelah keluar rumah untuk memeriksa curah hujan.

Di sekitar Stasiun Nagoya pada Rabu pagi, banyak orang yang tampak kelelahan menuju tempat kerja setelah tidak dapat pulang ke rumah, termasuk seorang wanita berusia 23 tahun dari Kasugai yang berdekatan yang menghabiskan malam di tempat karaoke dekat stasiun bersama seorang teman.

"Saya akan langsung ke kantor," katanya.

Seorang warga lokal berusia 80-an di kota itu mengatakan, "Saya kira hujan deras di Prefektur Chiba pada bulan Agustus tidak mempengaruhi saya. Sungguh mengejutkan mengalami hal ini di Nagoya."

Badan Meteorologi Jepang pada hari Rabu memperingatkan akan berlanjutnya hujan lebat di sebagian besar wilayah negara itu hingga hari Kamis karena adanya front cuaca aktif, dan menyerukan untuk waspada terhadap tanah longsor, banjir, dan naiknya permukaan sungai.

Di daerah-daerah termasuk wilayah Tokai, bahkan sedikit hujan dapat meningkatkan risiko bencana karena tanah yang gembur.

Menurut badan meteorologi, sebuah front cuaca membentang di sepanjang pantai Pasifik bagian timur dan barat Jepang, sementara depresi tropis, menyusul penurunan status Topan Krovanh, bergerak ke utara di selatan pulau Shikoku.

Udara hangat dan lembap mengalir menuju front aktif, yang diperkirakan akan bergeser sedikit ke selatan dan tetap berada di selatan pulau utama Honshu pada hari Kamis.

Badan tersebut mengatakan bahwa pita hujan linier, yang mampu membawa hujan deras lokal dalam jangka waktu lama, juga dapat terbentuk di atas Tokai dan daerah lain pada hari Rabu.

Dalam 24 jam hingga pukul 6 sore hari Kamis, curah hujan hingga 100 milimeter diperkirakan akan terjadi di Tokai dan Kanto-Koshin.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.