Balé by BTN Permudah Generasi Muda Cari Rumah hingga Ajukan KPR

Kamis, 10 Sep 2026, 14:00 WIB

JAKARTA - Memiliki rumah bagi generasi muda kini tidak hanya bergantung pada kemampuan menemukan hunian yang sesuai, tetapi juga bagaimana mengatur pembiayaan secara tepat. Melalui balé by BTN, calon pembeli dapat mengakses berbagai layanan properti mulai dari mencari rumah hingga mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dalam satu ekosistem digital.

Kemudahan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN dengan Rumah123 dalam Hari Properti Nasional (Harpropnas) Fest 2026. Acara yang berlangsung pada 8–13 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka ini menawarkan berbagai pilihan hunian, mulai dari rumah baru, rumah second, KPR take over, hingga rumah lelang.

Ket. Foto: Memiliki rumah bagi generasi muda kini tidak hanya bergantung pada kemampuan menemukan hunian yang sesuai, tetapi juga bagaimana mengatur pembiayaan secara tepat. Melalui balé by BTN, calon pembeli dapat mengakses berbagai layanan properti mulai dari mencari rumah hingga mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dalam satu ekosistem digital. — Sumber: BTN

SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi mengatakan, kolaborasi dengan Rumah123 memberikan pilihan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi Z dan milenial yang mulai memasuki tahap mencari hunian. Menurut dia, calon pembeli tidak hanya dapat menemukan rumah, tetapi juga mengetahui kemampuan finansial sebelum menentukan pilihan pembiayaan.

"Di sini konsumen, Gen Z, milenial bisa punya opsi yang sangat leluasa. Dari mencari rumah idaman sampai melihat kemampuan finansialnya," ungkap Thomas.

Menurut Thomas, ekosistem yang dibangun BTN dan Rumah123 memungkinkan calon pembeli memperkirakan kemampuan mencicil sekaligus melihat kelayakan memperoleh KPR. Dengan informasi tersebut, keputusan membeli rumah diharapkan tidak hanya didasarkan pada keinginan memiliki hunian, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan keuangan.

Thomas menjelaskan, ada sejumlah komponen yang perlu diperhitungkan sebelum seseorang mengambil KPR, seperti lokasi rumah, biaya hidup, transportasi, dan besaran cicilan. Secara umum, kemampuan membayar cicilan dapat berada di kisaran 30 persen dari penghasilan, meski angka tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi finansial setiap calon debitur.

Kemudahan tersebut kemudian diperkuat melalui digitalisasi layanan BTN yang memungkinkan masyarakat melakukan proses pencarian dan pembiayaan secara lebih fleksibel. BTN menggabungkan pendekatan online-to-offline dan offline-to-online agar calon nasabah dapat memilih menggunakan layanan digital maupun berkonsultasi secara langsung.

"Masyarakat dapat melakukan simulasi pembiayaan secara digital maupun berkonsultasi secara langsung dengan petugas BTN. Kalau Gen Z biasanya digital savvy, mereka bisa menggunakan layanan online. Tapi kalau ingin bertemu langsung, kami juga punya cabang dan service center," jelas Thomas.

Salah satu layanan digital yang dikembangkan BTN adalah balé by BTN melalui fitur Bale Properti. Fitur tersebut dirancang sebagai ekosistem layanan properti terintegrasi yang memungkinkan calon nasabah mencari hunian, melakukan simulasi pembiayaan, mengajukan KPR, hingga memantau proses pengajuan sampai memperoleh persetujuan.

Layanan tersebut juga dapat terhubung dengan berbagai kebutuhan setelah proses pembelian rumah melalui mitra yang tersedia, termasuk perlengkapan dan furnitur. Dengan pendekatan tersebut, proses memiliki rumah tidak hanya diarahkan pada transaksi pembelian properti, tetapi juga kebutuhan yang muncul setelah calon nasabah menentukan hunian.

Thomas menegaskan, pengembangan layanan digital BTN dilakukan dengan melihat perubahan kebutuhan nasabah, terutama generasi muda. Menurut dia, perusahaan tidak hanya mengembangkan layanan berdasarkan produk yang tersedia, tetapi berusaha memahami persoalan yang dihadapi konsumen dalam perjalanan memiliki rumah.

"Kami membangun bukan dari product centric, tetapi dari customer need. Kebutuhannya apa, dari situ kami membangun," katanya.

Bagi generasi muda, proses membeli rumah dinilai membutuhkan lebih dari sekadar akses terhadap daftar properti. Mereka juga perlu memperoleh informasi mengenai kemampuan pembiayaan, besaran cicilan, serta pilihan solusi yang sesuai dengan kondisi finansial sebelum mengambil keputusan jangka panjang.

CEO 99 Group Darius Cheung mengatakan, membeli rumah merupakan salah satu keputusan besar dalam kehidupan sehingga masyarakat membutuhkan pendampingan dalam setiap tahapnya. Rumah123 karena itu berupaya memberikan pengalaman yang mencakup pencarian hunian, perhitungan kemampuan finansial, hingga akses terhadap solusi pembiayaan.

"Rumah123 ingin menemani masyarakat dalam setiap tahap perjalanan menuju kepemilikan rumah, mulai dari menemukan pilihan hingga mengakses solusi pembiayaan," kata Darius.

CMO 99 Group Bharat Buxani menambahkan, kebutuhan setiap calon pemilik rumah tidak selalu sama karena tahap yang dihadapi masing-masing orang berbeda. Sebagian baru mencari hunian dan menghitung kemampuan finansial, sementara lainnya membutuhkan solusi untuk KPR yang sudah berjalan.

"Melalui Harpropnas Fest 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman yang membuat perjalanan menuju rumah terasa lebih mudah, dekat, dan menyenangkan," ujarnya.

Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia Ronny Ariuly Hutahayan mengatakan, perluasan akses terhadap hunian membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Menurut dia, ekosistem perumahan perlu menghubungkan aspek penyediaan hunian, pembiayaan, dan informasi agar masyarakat lebih mudah mendapatkan rumah yang layak.

"Akses terhadap hunian yang layak membutuhkan dukungan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyediaan hunian, pembiayaan, hingga informasi," ujarnya.

Sementara itu, Harpropnas Fest 2026 tidak hanya menghadirkan pameran properti dan layanan konsultasi pembiayaan bagi pengunjung. Acara tersebut juga diisi dengan talkshow, kompetisi menyanyi dan tari, workshop kreatif, aktivitas anak, mat pilates, serta pertunjukan musik.

Pengunjung juga dapat mengikuti lelang peralatan rumah tangga yang digelar setiap hari mulai pukul 19.00 WIB. Harga pembukaan lelang tersebut dimulai dari Rp10 ribu sehingga menjadi salah satu aktivitas yang dapat diikuti pengunjung selama acara berlangsung.

Staf Ahli Bidang Pendanaan dan Pembiayaan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Restog Krisna Kusuma mengatakan, hunian yang layak dan lingkungan yang mendukung menjadi fondasi penting bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi. Kondisi tersebut juga relevan bagi pelaku ekonomi kreatif yang membutuhkan lingkungan yang mendukung aktivitas dan produktivitas mereka.

"Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk mencari properti dan solusi pembiayaan, tetapi juga tempat masyarakat mendapatkan informasi, berkonsultasi, serta menghabiskan waktu bersama keluarga," pungkasnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.