Mendikdasmen Ungkap Literasi Tak Cukup Sekadar Bisa Baca Tulis
Rabu, 09 Sep 2026, 00:10 WIBJAKARTA â Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muâti, mengatakan, makna literasi terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Literasi kini tidak cukup hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis.
Menurut Muâti, masyarakat perlu memiliki kemampuan memahami informasi secara kritis dan reflektif. Kecakapan tersebut penting di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi digital, dan kecerdasan artifisial.
âLiterasi tidak lagi cukup dimaknai sekadar kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat perlu memahami informasi secara kritis dan berpikir reflektif terhadap konten yang dikonsumsi,â ujar Muâti dalam Webinar Peringatan Hari Aksara Internasional âLiterasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejateraâ, di Jakarta, Selasa (8/9).
Muâti mengatakan bahwa literasi juga harus mendorong masyarakat terus belajar sepanjang hayat. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki kehidupan dan lingkungan.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Penguatan literasi juga perlu dilakukan melalui kolaborasi sekolah, keluarga, komunitas, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan tantangan literasi saat ini semakin luas. Menurut dia, masyarakat harus mampu memilah informasi yang benar dan menghindari informasi yang menyesatkan.
âLiterasi bukan sekadar kemampuan membaca huruf, tetapi kemampuan membaca kehidupan. Kita harus mampu membaca informasi, berpikir kritis, dan menggunakan teknologi secara bijak,â kata Tatang.
Ia menilai keberhasilan literasi tidak cukup dilihat dari kemampuan seseorang membaca dan menulis. Literasi harus memberikan dampak nyata terhadap kemandirian, kepercayaan diri, dan kualitas kehidupan masyarakat.
"Mari jadikan September 2026 sebagai momentum, dari membaca menjadi memahami, dari memahami menjadi peduli. Kemudian dari peduli menjadi bergerak, dan dari gerakan itulah lahir kesejahteraan,â ujar dia. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Penerbit Deepublish Gelar Bedah Buku untuk Perkuat Dialog Akademik tentang Pendidikan Keagamaan
-
Mengenal F15 Library, Platform Baca Ringkasan Buku di Indonesia
-
Madrid dan Barcelona Kembali Berebut Kendali
-
KAI Cirebon Catat 288.282 Penumpang Gunakan “Face Recognition” Selama Januari-Juli 2026
-
Kemenhub Dorong Optimalisasi Fungsi Terminal Sebagai Simpul Transportasi yang Aman dan Nyaman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.