Ostapenko Kembali Terlibat Insiden Panas di US Open, Tegur Pelatih Lawan
Rabu, 09 Sep 2026, 00:08 WIBNEW YORK â Jelena Ostapenko kembali menjadi sorotan di US Open. Petenis Latvia itu terlibat perselisihan panas dengan kubu lawan setelah bersama pasangan Taiwan Hsieh Su-wei memastikan tiket ke perempat final nomor ganda putri, Selasa (8/9).
Ostapenko dan Hsieh yang menjadi unggulan keempat berhasil mengalahkan pasangan Australia-Taiwan, Maya Joint dan Chan Hao-ching, dua set langsung 6-4, 6-4.
Namun, kemenangan tersebut diwarnai insiden yang membuat suasana pertandingan memanas.
Ostapenko mempersoalkan sikap pelatih pasangan lawan yang berada di dalam boks pemain. Saat pergantian sisi lapangan, Hsieh lebih dahulu menyampaikan keluhan kepada wasit.
Ostapenko kemudian menunjuk ke arah boks tim lawan dan meminta wasit mengambil tindakan.
Menurut Ostapenko, pelatih lawan terus bertepuk tangan dan berteriak setiap kali mereka melakukan kesalahan. Ia juga menilai pelatih tersebut secara sarkastis memuji pukulan mereka menggunakan bahasa Mandarin.
Karena Hsieh memahami bahasa tersebut, ia kemudian menerjemahkan ucapan sang pelatih kepada Ostapenko.
"Mereka melakukan ini karena tahu mereka tidak bisa mengalahkan kami," kata Ostapenko kepada wasit.
Ia menilai perilaku tersebut sangat tidak menghormati lawan dan meminta agar seorang penerjemah bahasa Mandarin dihadirkan untuk menjelaskan situasi yang terjadi.
"Ini sangat tidak menghormati kami," ujar Ostapenko.
Wasit kemudian menyetujui untuk menangani persoalan tersebut. Setelah pertandingan dilanjutkan, Ostapenko dan Hsieh justru tampil semakin agresif.
Mereka berhasil mempertahankan keunggulan hingga akhirnya menyelesaikan pertandingan dalam dua set langsung.
Namun, ketegangan belum sepenuhnya berakhir.
Setelah memastikan kemenangan, Ostapenko merayakannya dengan berteriak ke arah boks tim lawan. Suasana semakin panas ketika Hsieh dan Chan tidak berjabat tangan setelah pertandingan berakhir.
Insiden tersebut menambah daftar panjang perselisihan yang melibatkan Ostapenko di lapangan tenis.
Juara Prancis Open 2017 itu dikenal sebagai salah satu petenis yang memiliki emosi kuat ketika bertanding. Tahun lalu, di US Open, Ostapenko juga terlibat adu mulut dengan petenis Amerika Serikat Taylor Townsend.
Dalam insiden tersebut, Ostapenko menuduh Townsend tidak memiliki "kelas" dan "pendidikan".
Ostapenko kemudian menyampaikan permintaan maaf. Ia menjelaskan bahwa pilihan kata yang digunakannya telah disalahpahami karena bahasa Inggris bukan bahasa pertamanya.
Kali ini, insiden tersebut kembali terjadi di nomor ganda.
Meski sempat tersulut emosi, Ostapenko dan Hsieh mampu mengubah ketegangan menjadi energi positif. Mereka tetap fokus dan memastikan kemenangan dua set langsung untuk melangkah ke babak delapan besar.
Bagi Ostapenko, tantangan berikutnya akan semakin berat. Setelah melewati laga yang penuh emosi, ia harus kembali menjaga fokus dan ketenangan jika ingin melanjutkan perjalanan menuju gelar juara US Open.
- Jelena Ostapenko
- US Open 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Saksikan para Bintang yang Melegenda dalam Laga United Legends vs North London Legends di GBK pada 10 Oktober
-
BNI Bidik Pertumbuhan Transaksi 14% pada WondrX 2026
-
Diselundupkan dalam Keranjang Buah, 98 Burung Ilegal Digagalkan di Pelabuhan Bakauheni!
-
Pengamat Ungkap Kunci Sukses Zero ODOL 2027: Insentif dan Efisiensi Logistik.
-
Pemkab Solok Kerjasama dengan Kemenkum dan PLN Lindungi UMKM dan Genjot PAD
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.