Basarnas Banten Perluas Area Pencarian 7 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda
Rabu, 09 Sep 2026, 00:20 WIBJAKARTA -Â Kantor SAR Banten melakukan pengecekan informasi mengenai kemungkinan kapal yang membawa lima pewarta foto, termasuk pewarta foto LKBN ANTARA, berada di sekitar Pulau Sebesi, Lampung dalam pencarian di perairan Selat Sunda.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto mengatakan informasi tersebut masih diverifikasi dengan Kantor SAR Lampung karena keberadaan rombongan belum dapat dipastikan.
âUntuk informasi sedang kita cross-check kebenarannya karena kita juga belum memastikan. Sampai saat ini kita juga sudah mengkoordinasikan dengan pihak Kantor SAR Lampung dan untuk informasi tersebut belum ada kebenarannya,â kata Rizky dalam keterangan visual dipantau di Jakarta, Selasa.
Rizky mengatakan kemungkinan kapal bersandar di sejumlah pulau kecil atau dermaga yang tidak terpantau Posko SAR gabungan juga menjadi bagian dari upaya pencarian.
Oleh karena itu, tim SAR mengoordinasikan pencarian dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan rombongan mencapai lokasi-lokasi tersebut.
âYa, ada beberapa, tapi nanti kita coba hitung berapa yang ada kemungkinan-kemungkinan pasti terjadi,â ujar dia.
Selain memperluas pencarian ke sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi kapal bersandar, Basarnas juga akan melibatkan nelayan sebagai tambahan kekuatan dalam operasi pencarian.
âYa, pastinya seperti itu. Kita juga akan menyebarkan informasi ke nelayan-nelayan yang nantinya bisa menjadi tambahan kekuatan untuk kami tim SAR gabungan melakukan pencarian,â kata Rizky.
Ia menjelaskan pencarian pada Selasa (8/9) dilakukan menggunakan dua kapal cepat, Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Kantor SAR Banten, KN SAR Tetuka, dan RIB Kantor SAR Lampung.
KN SAR Tetuka terakhir melakukan pencarian hingga pukul 22.00 WIB sebelum bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon. Operasi akan kembali dilakukan pada Rabu pukul 07.00 WIB.
âUntuk efektif dan efisiennya pelaksanaan operasi sangat terkendala, sehingga kami mengambil kesimpulan untuk sandar, kemudian untuk esok hari 07.00 WIB kita sudah siap kembali melakukan pencarian,â ujar dia.
Dalam operasi berikutnya, Basarnas juga mendapat tambahan dukungan kapal KAL Anyer dari TNI Angkatan Laut.
Rizky mengatakan pencarian menghadapi sejumlah kendala, antara lain angin sekitar 10 knot, gelombang hingga dua meter, jarak pandang terbatas, serta abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
âUntuk tantangan, ya untuk angin cukup kencang, kemudian gelombang juga kurang bersahabat,â kata dia.
Ia menambahkan pencarian melalui udara masih dipertimbangkan sebagai alternatif, tetapi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih menyebar dapat membahayakan pesawat.
âKalau dari keefektifan, itu bisa menjadi sebuah alternatif ataupun pilihan untuk kita menggunakan alut udara. Tapi memang kita melihat situasi dan kondisi di lapangan masih terkendala,â ujar Rizky.
Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, kapal speedboat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini share kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat duga 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.
Kepal Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan bahwa dalam operasi pencarian sampai dengan 18.15 WIB tim yang bertugas menjangkau sampai dengan Pulau Krakatau dan Pulau Panjang dengan hasil nihil.
Operasi pencarian diagendakan berlanjut pada Rabu (9/9) pagi. Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tatuka, Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten, dilengkapi peralatan SAR air, medis, dan komunikasi bekerja sama dengan Polairud Polda Banten.
"Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau. Seperti itu," kata dia.
Data sementara Basarnas mencatat terdapat sedikitnya tujuh orang yang dalam pencarian (DP), di antaranya pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.
- selat sunda
- jurnalis hilang kontak
- basarnas banten
- pulau sebesi
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Kirim Uang ke Luar Negeri Lebih Mudah dengan Flip Globe, Termasuk dengan SWIFT Transfer.
-
Wah… Menyedihkan dan juga Memalukan, Pebulu Tangkis Indonesia Diselidiki BWF Diduga Jual Angka
-
Fesyen Wastra Berbasis Komunitas Tembus ke Pasar Malaysia dan Singapura
-
Traveller Terpaksa Gigit Jari, Tailan Batalkan Bebas Visa 93 Negara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.