Liga Champions: PSG Incar Sejarah, Slovan Bratislava Jadi Tantangan Perdana

Rabu, 09 Sep 2026, 07:10 WIB

PARIS – Paris Saint-Germain (PSG) memulai upaya mempertahankan mahkota Liga Champions untuk kali ketiga secara beruntun. Slovan Bratislava menjadi lawan pertama yang harus dihadapi juara Eropa tersebut ketika kedua tim bertemu di Parc des Princes, Kamis (10/9) dini hari WIB.

PSG datang dengan status penguasa Eropa setelah mencatat sejarah musim lalu. Klub asal Paris itu menjadi tim kedua di era Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar setelah Real Madrid melakukannya tiga kali beruntun pada 2016 hingga 2018.

Ket. Foto: Ilustrasi selebrasi para pemain PSG usai meraih trofi Liga Champions. — Sumber: UEFA

Perjalanan PSG menuju trofi musim lalu sebenarnya tidak dimulai dengan mulus. Pasukan Luis Enrique hanya finis di posisi ke-11 pada fase liga. Namun, ketika memasuki babak gugur, PSG berubah menjadi kekuatan yang sulit dihentikan.

Monaco berhasil mereka singkirkan sebelum Chelsea dan Liverpool menjadi korban berikutnya. PSG kemudian melewati Bayern Munich dalam semifinal yang berlangsung dramatis.

Di final, PSG kembali berhadapan dengan Arsenal untuk kedua kalinya secara beruntun. Setelah pertandingan berakhir 1-1 dalam waktu normal, PSG akhirnya memastikan gelar melalui drama adu penalti di Budapest.

Kesuksesan tersebut membuat PSG semakin berambisi membangun sebuah dinasti di Eropa. Enrique pun baru-baru ini memperpanjang kontraknya, menegaskan proyek jangka panjang klub untuk terus berjaya di pentas kontinental.

Namun, perjalanan PSG pada awal musim ini justru sedang berada dalam periode sulit.

Setelah mengalahkan Aston Villa dan mempertahankan trofi Piala Super UEFA, PSG belum mampu meraih kemenangan dalam empat pertandingan domestik. Termasuk kekalahan dari Lens di Trophee des Champions, performa tersebut membuat mereka terlempar ke posisi ke-13 klasemen Ligue 1.

Situasi semakin tidak ideal setelah PSG takluk 1-2 dari rival lama, Monaco, di Parc des Princes, Jumat lalu. Sempat unggul lebih dahulu, PSG akhirnya harus menerima kenyataan kehilangan poin di kandang sendiri.

Kini, Liga Champions menjadi panggung yang diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan diri mereka.

Jika PSG datang dengan ambisi mempertahankan gelar, Slovan Bratislava justru datang dengan kebanggaan bisa kembali berada di panggung utama Liga Champions.

Klub Slovakia tersebut pernah tampil pada fase liga musim 2024/25. Namun, debut mereka berakhir buruk. Slovan menjadi salah satu tim terlemah di klasemen 36 klub setelah menelan delapan kekalahan dalam delapan pertandingan.

Kini, mereka datang dengan target yang lebih tinggi di bawah arahan pelatih baru, Yaya Toure.

Legenda Pantai Gading tersebut pernah mengangkat trofi Liga Champions bersama Barcelona. Jika tampil di bangku cadangan melawan PSG, Toure juga berpeluang mencatat sejarah sebagai pelatih asal Afrika pertama yang memimpin sebuah tim dalam kompetisi tersebut.

Slovan harus melewati perjalanan panjang untuk mencapai fase liga musim ini. Ini merupakan upaya kedelapan secara beruntun mereka dalam menembus fase utama.

Mereka berhasil melewati Iberia Tbilisi dan juara Swedia, Mjallby, sebelum menghadapi Celje pada babak playoff.

Setelah bermain imbang 1-1 pada leg pertama, Slovan harus berjuang hingga perpanjangan waktu pada pertandingan kedua. Gol Cristian Martinez akhirnya memastikan kemenangan dan menghindarkan mereka dari ketegangan adu penalti.

Sebagai juara Slovakia musim lalu, Slovan kembali membawa ambisi besar. Namun, dua kekalahan beruntun di liga domestik membuat mereka kini berada di posisi keempat klasemen Super Liga Slovakia.

Catatan tersebut tentu menjadi perhatian sebelum mereka menghadapi PSG di Paris.

Barseghyan Jadi Ancaman

PSG memiliki banyak pilihan di lini depan. Klub ibu kota Prancis itu melakukan penyegaran skuad dengan melepas sejumlah pemain dan mendatangkan beberapa nama baru, termasuk Mika Godts, Maghnes Akliouche, serta Ferran Torres.

Namun, persaingan di lini depan tetap sangat ketat. Desire Doue, Ousmane Dembele, dan Khvicha Kvaratskhelia menjadi nama-nama yang harus bersaing mendapatkan tempat.

Kvaratskhelia menjadi salah satu pemain paling penting PSG di Liga Champions musim lalu. Pemain asal Georgia tersebut mencatat 16 kontribusi gol dalam 16 pertandingan dan menorehkan rekor klub untuk jumlah kontribusi gol dalam satu musim Liga Champions.

Di sektor pertahanan, Nuno Mendes bisa kembali tampil setelah menjalani hukuman skorsing. Sebelumnya, Warren Zaire-Emery terpaksa dimainkan sebagai bek kiri saat menghadapi Monaco.

Sementara itu, Slovan akan mengandalkan Tigran Barseghyan sebagai sumber kreativitas utama.

Winger asal Armenia tersebut menjadi pemain Slovan dengan kontribusi gol, assist, dan peluang yang diciptakan terbanyak pada fase liga Liga Champions 2024/25.

Barseghyan diperkirakan akan menyuplai bola kepada penyerang berpengalaman Andraz Sporar. Rekrutan baru Roman Cerepkai juga menjadi opsi lain di lini depan, meski kemungkinan memulai pertandingan dari bangku cadangan.

PSG jelas memiliki kualitas skuad dan pengalaman yang jauh lebih besar. Bermain di Parc des Princes juga memberikan keuntungan tersendiri bagi juara bertahan.

Namun, performa mereka di kompetisi domestik menunjukkan bahwa tim Enrique belum berada dalam kondisi terbaik. Slovan mungkin datang sebagai underdog, tetapi situasi tersebut membuat mereka bisa bermain tanpa tekanan.

Satu-satunya kunjungan Slovan ke Parc des Princes sebelumnya terjadi pada Liga Europa 2011-12. Ketika itu mereka kalah tipis 0-1.

Kini, tantangannya jauh lebih berat. Mereka harus menghadapi PSG yang sedang mengejar sejarah: menjadi klub kedua setelah Real Madrid yang mampu meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun di era modern.

Perkiraan susunan pemain

Paris Saint-Germain: Safonov; Hakimi, Marquinhos, Pacho, Mendes; Neves, Vitinha, Ruiz; Doue, Dembele, Kvaratskhelia.

Slovan Bratislava: Takac; Blackman, Bajric, Markovic, Cruz; Ibrahim, Pokorny, Martinez; Barseghyan, Sporar, Camara.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.