Fenomena Langka! Matahari Merah Muncul di Langit Kota Medan, Simak Penjelasan BMKG
Selasa, 08 Sep 2026, 13:45 WIBJAKARTA â Warga Kota Medan, Sumatra Utara dihebohkan dengan munculnya matahari berwarna merah pada hari Minggu (6/9) sore yang berlangsing hingga terbenam. Warga berspekulasi fenomena tersebut akibat abu vulkanik dari gunung berapi yang meletus.
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah Sumatra Utara dalam unggahannya di Instagram, Senin (7/9) membantah isu tersebut.
âTerkait Matahari yang terlihat kemerahan di Kota Medan, secara meteorologis fenomena ini bisa terjadi karena adanya partikel di atmosfer, seperti aeorosol, debu, maupun asap, yang mempengaruhi proses perambatan cahaya matahari,â tulis BMKG.
BMKG mengungkapkan, partikel-partikel tersebut menyebabkan cahaya biru lebih banyak dihamburkan, sehingga cahaya yang sampai ke mata kita lebih didominasi warna merah atau jingga. Efeknya akan semakin terlihat ketika posisi Matahari masih rendah, seperti pada pagi hari atau sore hari.
âUntuk kondisi di Sumatra Utara terutama Medan saat itu, keberadaan aerosol di atmosfer diduga menjadi salah satu faktor yang memperkuat warna kemerahan tersebut. Berdasarkan kondisi atmosfer terpantau cuaca haze (udara kabur) yang terjadi di Kota Medan dan sekitarnya pada sore hingga malam hari,â demikian penjelasan BMKG.
Jadi, fenomena Matahari tampak merah yang terlihat masyarakat Medan pada dasarnya merupakan efek optik atmosfer, tulis BMKG. âBukan berarti Mataharinya berubah warna, tetapi cahaya Matahari mengalami proses hamburan dan penyaringan oleh kondisi atmosfer sebelum sampai ke mata,â jelasnya.
BMKG meminta masyarakat untuk tidak panik. Jika kondisi udara berkabut atau berasap dan jarak pandang menurun, masyarakat diimbau untuk memperhatikan kualitas udara dan mencari informasi resmi dari BMKG atau instansi terkait.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.