Bulog Sumut Serap 42.900 Ton Gabah Petani hingga 5 September 2026
Selasa, 08 Sep 2026, 13:50 WIBMEDAN - Bulog Wilayah Sumatera Utara menyerap 42.900 ton gabah kering atau setara 21.450 ton beras dari petani di sejumlah daerah di provinsi itu sejak Januari hingga 5 September 2026.
"Total penyerapan gabah tersebut dilakukan di berbagai daerah di Sumatera Utara," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Minggu (6/9).
Budi mengatakan penyerapan gabah tersebut di antaranya dilakukan di Kabupaten Deli Serdang, Langkat, Serdang Bedagai, Batu Bara, Simalungun dan Tapanuli Utara.
Ia mengatakan penyerapan gabah dari petani terus berlanjut, terutama di sejumlah daerah yang mulai memasuki masa panen, seperti Serdang Bedagai, Langkat, Asahan, Kota Padangsidimpuan dan Kota Tebing Tinggi.
"Pada September ini memang sudah memasuki masa panen di sejumlah daerah sehingga dapat memperkuat cadangan pangan," katanya.
Budi optimistis penyerapan gabah di tingkat petani meningkat pada periode berikutnya seiring dengan mulai berlangsungnya panen di sejumlah daerah.
Ia mengatakan gabah hasil penyerapan tersebut akan menjadi bagian dari cadangan pangan pemerintah untuk memenuhi berbagai penugasan, di antaranya pelaksanaan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta penanganan bencana.
Budi menambahkan bahwa sebagai operator pemerintah dalam pengelolaan pangan, Bulog bertugas menyerap gabah langsung dari petani sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP), yakni Rp6.500 per kilogram.
Untuk mengoptimalkan penyerapan, Bulog Sumut juga terus melakukan sosialisasi dan memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (gapoktan), pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Maskapai Sajian In-Flight Dining Terbaik Dunia
-
Penyelam Tembus Kamar-kamar KM Virgo, Basarnas Ungkap Banyak Jasad Ditemukan
-
Pengadaan Beras BULOG Tembus 4,1 Juta Ton, 102% dari Target
-
Russia Tidak Akan Tinggal Diam Jika Kedaulatannya Terancam
-
Impor Pangan Ilegal Kian Meresahkan: Petani Tertekan, Swasembada Terancam
-
Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
-
DPR Kedepankan Partisipasi Publik Susun RUU Pemilu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.