Drone Mulai Berpatroli di Sumedang, Ada Apa? Pemkab Waspadai Karhutla

Selasa, 08 Sep 2026, 14:10 WIB

SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, mengerahkan drone dan patroli gabungan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul tingginya kejadian kebakaran di wilayah tersebut.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Selasa, mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi untuk memperkuat langkah pencegahan, terutama di wilayah yang dinilai rawan kebakaran.

Ket. Foto: Jajaran Forkopimda Sumedang saat melakukan rapat koordinasi mitigasi karhutla di Sumedang, Jawa Barat. — Sumber: Antara foto/HO-Pemkab Sumedang

"Kami terus melakukan mitigasi, terutama di daerah rawan, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak melakukan pembakaran secara serampangan, nanti akan ada drone dan patroli gabungan," ujarnya.

Hal tersebut dinilai menjadi penting mengingat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat Kabupaten Sumedang menjadi daerah dengan kejadian karhutla terbanyak di Jawa Barat hingga 27 Agustus 2026 yakni sebanyak 20 kejadian

Ia mengatakan pengawasan akan diperkuat melalui patroli intensif dan pemanfaatan drone untuk memantau titik-titik rawan yang sulit dijangkau personel di lapangan.

"Patroli intensif ini melibatkan Satpol PP, Polri, TNI, Polhut, serta dibantu komponen masyarakat lainnya. Mereka akan bergerak ke titik-titik yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Berdasarkan data BPBD Jawa Barat, dari 138 kejadian karhutla yang tercatat hingga 27 Agustus 2026, sebanyak 20 kejadian terjadi di Kabupaten Sumedang, disusul Majalengka 15 kejadian serta Kabupaten Bandung dan Subang masing-masing 13 kejadian.

Secara keseluruhan kejadian tersebut tersebar di 94 kecamatan dan 160 desa atau kelurahan dengan luas wilayah terdampak mencapai 199,60 hektare. Sumedang sendiri tercatat memiliki luas terdampak 21,68 hektare.

Dony mengatakan Pemkab Sumedang juga menyiagakan seluruh peralatan pemadam kebakaran serta memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api.

"Kami mengerahkan semua unsur agar bisa secepatnya mengatasi jika terjadi kebakaran. Kepedulian masyarakat sangat menentukan kecepatan informasi di lapangan," ujarnya.

Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu karhutla.

Laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat 112 untuk kebencanaan dan pelayanan Pemkab Sumedang atau nomor 110 milik Polres Sumedang.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.