Hadapi Kekeringan, BPBD Cilacap Perkuat Distribusi Air Bersih

Selasa, 08 Sep 2026, 13:54 WIB

CILACAP – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memperkuat distribusi air bersih bagi warga terdampak kekeringan dengan total bantuan mencapai 4.531.000 liter hingga 8 September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, di Cilacap, Selasa (08/9), mengatakan sebanyak 884 tangki air bersih telah disalurkan dan diterima 23.874 keluarga atau 51.749 jiwa dengan sebaran di 66 desa pada 18 kecamatan.

Ket. Foto: Petugas BPBD Kabupaten Cilacap menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Dusun Bojongjander RT 01 RW 04, Desa Sidaurip, Kecamatan Kawunganten, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (23/8/2026). — Sumber: ANTARA

"Distribusi air bersih terus kami lakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Pada Selasa (8/9) BPBD Cilacap mendistribusikan 16 tangki air bersih ke 13 desa yang tersebar di lima kecamatan.

Bantuan tersebut antara lain disalurkan ke Desa Citepus dan Karangkemiri di Kecamatan Jeruklegi, kemudian Desa Kubangkangkung, Kalijeruk, Bringkeng, dan Bojong di Kecamatan Kawunganten, serta Desa Sidaurip, Karanggintung, Muktisari, dan Karanganyar di Kecamatan Gandrungmangu.

Selain itu bantuan diberikan kepada Desa Pesahangan dan Karangsari di Kecamatan Cimanggu serta Desa Bener di Kecamatan Majenang.

“Dari total distribusi tersebut sebanyak 184 tangki atau 905.000 liter bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap. Sedangkan 700 tangki atau 3.626.000 liter berasal dari dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan berbagai instansi,” kata Taryo.

Dalam hal ini, kata dia, distribusi air bersih dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak guna memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

Ia mengatakan sejumlah pihak yang memberikan dukungan antara lain PMI Kabupaten Cilacap, Pertamina Patra Niaga, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, Lazis Muhammadiyah, PLTU Adipala Indonesia Power, Kodim 0703 Cilacap, Lazis NU Cilacap, PT SBI Tbk, Baznas Kabupaten Cilacap, BPJS Kesehatan, S2P, ULP PLN Cilacap, DPD Golkar, serta berbagai organisasi dan masyarakat.

Menurut dia, kolaborasi pemerintah daerah dengan berbagai pihak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama kondisi kekeringan.

Pihaknya akan terus memantau perkembangan wilayah terdampak dan menyalurkan bantuan air bersih berdasarkan kebutuhan serta data masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air.

Ia mengimbau masyarakat penerima bantuan agar menggunakan air bersih secara bijak dan memprioritaskan untuk kebutuhan pokok, karena distribusi dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan wilayah terdampak.

"Masyarakat kami imbau untuk menghemat penggunaan air dan tidak menggunakannya secara berlebihan. Prioritaskan untuk kebutuhan sehari-hari yang paling penting," kata Taryo.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.