BTN Pertahankan Peringkat Tertinggi idAAA dari PEFINDO, Fundamental dan Dukungan Pemerintah Sangat Kuat!
Selasa, 08 Sep 2026, 17:35 WIBJAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN kembali mempertahankan peringkat tertinggi idAAA dengan outlook stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Peringkat tersebut telah diperoleh BTN sejak 2023 dan kali ini berlaku untuk periode 4 September 2026 hingga 1 September 2027.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, pencapaian tersebut mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental serta ketahanan perseroan dalam menghadapi dinamika bisnis. Menurutnya, peringkat tertinggi dari PEFINDO juga menjadi dorongan bagi BTN untuk terus menjaga pertumbuhan bisnis secara sehat dan berkelanjutan.
"Peringkat ini memacu kami untuk terus berinovasi menjaga posisi bisnis yang kuat, memperkuat likuiditas dan fleksibilitas keuangan, serta memastikan pertumbuhan bisnis BTN tetap sehat dan berkelanjutan," ujar Nixon dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/9).
PEFINDO menilai kekuatan kredit BTN ditopang oleh kondisi bisnis, likuiditas, serta fleksibilitas keuangan yang sangat kuat. Lembaga pemeringkat tersebut juga menilai BTN mendapatkan dukungan pemerintah yang sangat kuat karena memiliki peran strategis dalam menjalankan berbagai program pemerintah di sektor perumahan.
Dukungan tersebut salah satunya berkaitan dengan keterlibatan BTN dalam mendukung program Tiga Juta Rumah yang menjadi salah satu agenda pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Peran tersebut memperkuat posisi BTN sebagai salah satu bank yang memiliki fokus penting dalam pembiayaan sektor perumahan di Indonesia.
Selain mempertahankan peringkat korporasi, PEFINDO juga kembali memberikan peringkat idAAA untuk Obligasi Sosial Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 milik BTN. Obligasi tersebut memiliki nilai Rp300 miliar dan menjadi bagian dari instrumen pembiayaan yang turut mendukung kebutuhan pendanaan perseroan.
PEFINDO juga mempertahankan peringkat idAA untuk Obligasi Subordinasi I Tahap I Tahun 2025 dengan nilai penerbitan mencapai Rp2 triliun. Kedua peringkat tersebut menunjukkan penilaian PEFINDO terhadap kemampuan BTN dalam memenuhi kewajiban atas instrumen utang yang diterbitkan.
Di sisi bisnis, BTN saat ini terus menjalankan transformasi menuju konsep beyond mortgage atau tidak hanya berfokus pada bisnis pembiayaan perumahan. Meski memperluas cakupan bisnis, perseroan tetap mempertahankan noble purpose dengan menjalankan peran dalam mendukung program perumahan pemerintah.
Salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan melalui penyediaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya BTN untuk memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan sekaligus mendukung agenda pemerintah di sektor hunian.
Kepemilikan saham juga menunjukkan posisi pemerintah yang kuat dalam struktur BTN. Per 30 Juni 2026, sebanyak 60% saham BTN dimiliki Pemerintah Indonesia melalui BPI Danantara dan BP BUMN, sedangkan 40% saham lainnya dimiliki oleh publik.
Dengan mempertahankan peringkat idAAA dan outlook stable, BTN dinilai memiliki fondasi yang kuat untuk melanjutkan agenda transformasi bisnisnya. Perseroan juga tetap diharapkan mampu menjaga likuiditas, fleksibilitas keuangan, serta pertumbuhan bisnis sembari menjalankan mandat strategis dalam mendukung sektor perumahan nasional.
- BUMN
- Bank Tabungan Negara (BTN)
- BTN
- Perbankan
- Rumah Subsidi
- Program 3 Juta Rumah
- PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO)
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pemkot Bekasi Bagikan Kacamata Gratis untuk Siswa
-
PEFINDO Resmi Umumkan Susunan Direksi Baru Hasil RUPSLB.
-
Stephen Curry Ingin Pensiun sebagai Warrior, Golden State Siap Perpanjang Kontrak
-
Perbaikan Sekolah Rusak Ditargetkan Tuntas dalam Dua Tahun
-
36 Guru dan Tenaga Kependidikan Aceh Besar Diterjunkan ke Sekolah Rakyat Nagan Raya.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.