Virus Bandel yang Tinggalkan Jejak di Sel
Selasa, 29 Sep 2026, 07:28 WIBHEPATITIS B merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) dan terutama menyerang organ hati. Pada sebagian orang, infeksi ini dapat dibersihkan secara alami oleh sistem kekebalan tubuh. Namun, jika virus bertahan lebih dari enam bulan, infeksi tersebut dapat berkembang menjadi hepatitis B kronis.
Infeksi kronis sering kali berlangsung bertahun-tahun tanpa menunjukkan gejala yang jelas. Dalam jangka panjang, peradangan dan kerusakan hati yang persisten dapat memicu fibrosis, sirosis, gagal hati, hingga kanker hati.
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO) memperkirakan sekitar 240 juta orang hidup dengan hepatitis B kronis. Penyakit ini juga dikaitkan dengan lebih dari satu juta kematian setiap tahunnya, terutama akibat komplikasi sirosis dan kanker hati.
Virus Dapat âBersembunyiâ di Dalam Sel Hati
Salah satu alasan utama mengapa hepatitis B sangat sulit diberantas adalah kemampuan virus untuk meninggalkan materi genetik yang stabil di dalam inti sel hati. Setelah HBV masuk ke dalam sel hati (hepatosit), DNA virus dapat membentuk struktur melingkar yang disebut covalently closed circular DNA (cccDNA).
Struktur berbentuk lingkaran ini dapat bertahan lama di dalam inti sel dan berfungsi sebagai cetakan atau pabrik utama untuk menghasilkan RNA serta protein virus. Selama cccDNA tetap aktif, sel hati yang terinfeksi akan terus menjadi sumber komponen virus.
Inilah perbedaan krusial antara menekan peredaran virus dan menghilangkan sumber virus itu sendiri. Obat antivirus konvensional dapat menekan replikasi HBV sehingga jumlah virus dalam darah turun drastis, tetapi cccDNA dapat tetap bersembunyi dan bertahan di dalam sel hati. Akibatnya, penghentian pengobatan pada kondisi tertentu sering kali diikuti kembalinya aktivitas virus (viral rebound).
Ada Jejak Virus Lain di Genom Manusia
HBV juga memiliki karakteristik lain yang membuat penanganannya semakin rumit. Sebagian kecil DNA virus dapat terintegrasi langsung ke dalam genom sel manusia.
Meskipun DNA HBV yang terintegrasi ini bukan sumber utama pembentukan partikel virus baru, keberadaannya tetap dapat menghasilkan sejumlah RNA dan protein virus tertentu, termasuk HBsAg (antigen permukaan hepatitis B). Akibatnya, meskipun replikasi virus di dalam darah sudah ditekan, sebagian jejak virus masih tertinggal di dalam sel. Kondisi ini membuat upaya penyembuhan hepatitis B tidak cukup hanya dengan menurunkan jumlah virus dalam darah. Para peneliti juga harus mencari cara untuk mengendalikan atau membungkam materi genetik HBV yang tersisa di dalam sel hati.
Mengapa Infeksi Bisa Menjadi Kronis?
Respons sistem kekebalan tubuh memegang peranan kunci dalam menentukan apakah infeksi HBV akan berhasil dibersihkan atau justru menetap menjadi kronis. Infeksi yang terjadi pada orang dewasa jauh lebih mudah dikendalikan dibandingkan infeksi pada bayi.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC), sekitar 90 persen bayi yang terinfeksi HBV akan berkembang menjadi infeksi kronis. Sebaliknya, sebagian besar orang dewasa yang terinfeksi justru mampu membersihkan virus secara spontan.
Karena faktor inilah, pencegahan penularan dari ibu ke bayi saat proses persalinan menjadi salah satu fokus utama dalam penanggulangan hepatitis B. Selain itu, HBV dapat menular melalui darah dan cairan tubuh lainnya, termasuk lewat hubungan seksual, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, atau berbagi benda tajam yang terkontaminasi.
Mengapa Obat Belum Selalu Menyembuhkan?
Terapi standar untuk hepatitis B kronisâseperti tenofovir dan entecavirâbekerja terutama dengan cara menekan replikasi virus. Pengobatan ini sangat penting untuk meredam keaktifan virus dan menekan risiko kerusakan organ hati lanjutan.
Namun, terapi konvensional tersebut tidak secara langsung melenyapkan seluruh cccDNA dari dalam inti sel hati. Oleh karena itu, pengobatan hepatitis B kronis umumnya membutuhkan waktu yang sangat Âpanjang. hay
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Prakiraan Cuaca BMKG Sebagian Besar Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Senin Malam
-
Lupa Bayar Pajak? Samsat Keliling Hari Ini Tersebar di 14 Titik di Jadetabek, Buruan Lengkapi Dokumen!
-
Raja Charles Tegaskan Harry dan Meghan Bukan Lagi Anggota Kerajaan, Statusnya Kini Seperti Warga Biasa
-
Lelang Jabatan Raksasa Pemkab Dharmasraya, 8 Kursi Kadis Kosong Diperebutkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.