Belgia Enggan Dukung Infantino Gara-gara Kasus Kartu Merah Balogun
Selasa, 08 Sep 2026, 00:02 WIBBRUSSEL â Belgia menegaskan tidak akan mendukung upaya Gianni Infantino untuk kembali menjabat sebagai Presiden FIFA, kecuali federasi sepak bola negara itu mendapatkan penjelasan yang memuaskan terkait penanganan kasus kartu merah Folarin Balogun di Piala Dunia, serta sejumlah persoalan tata kelola FIFA lainnya.
Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) menyampaikan sikap tersebut pada hari Senin (7/9). Mereka menilai FIFA belum memberikan penjelasan memadai mengenai proses disipliner yang membuat hukuman otomatis larangan bertanding bagi Balogun ditangguhkan.
Keputusan tersebut memungkinkan penyerang Amerika Serikat itu tetap tampil menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia. Kasus tersebut sebelumnya mendapat perhatian setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara pribadi meminta Infantino meninjau kembali persoalan tersebut.
RBFA mengatakan hingga kini FIFA belum memberikan alasan yang cukup mengenai keputusan penangguhan hukuman Balogun. FIFA juga dinilai belum menjelaskan bagaimana kasus serupa akan ditangani pada masa mendatang.
"Kasus seperti ini harus ditangani secara transparan dan ketat, demi kepentingan FIFA, tata kelola yang baik, serta kredibilitas sepak bola internasional, dengan adanya jaminan yang jelas untuk masa depan," kata RBFA dalam pernyataannya.
Federasi Belgia telah meminta FIFA memasukkan kasus Balogun ke dalam agenda rapat Dewan FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Oktober.
Persoalan kedua yang menjadi perhatian RBFA berkaitan dengan FIFA Forward Enterprise. Federasi Belgia menilai sejumlah keputusan dan hasil penilaian dalam program tersebut belum disertai penjelasan yang memadai.
Kondisi itu memunculkan kekhawatiran yang lebih luas mengenai transparansi dan tata kelola organisasi sepak bola dunia tersebut.
RBFA sebelumnya juga menentang proposal FIFA untuk menjual sebagian kepemilikan hak komersial Piala Dunia. Federasi Belgia menegaskan tetap berkomitmen terhadap "model sepak bola internasional yang kuat, independen dan berkelanjutan".
Presiden RBFA Pascale Van Damme mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan FIFA secara tenang dan konstruktif, baik selama maupun setelah Piala Dunia, untuk mendapatkan kejelasan mengenai kasus Balogun.
"Tim saya di RBFA berkomunikasi dengan FIFA secara tenang dan konstruktif, baik selama maupun setelah Piala Dunia, untuk mendapatkan kejelasan dalam kasus Balogun. Dua bulan setelah peristiwa tersebut, kami mencatat bahwa pertanyaan kami hingga hari ini masih belum terjawab," ujar Van Damme.
"Mengingat pentingnya transparansi dan kejelasan bagi semua pihak yang terlibat, kami meminta penjelasan yang diperlukan sekaligus ingin mengeksplorasi kemungkinan perbaikan terhadap proses yang berlaku saat ini," tambahnya.
RBFA menyatakan tetap berkomunikasi erat dengan UEFA mengenai kedua persoalan tersebut. Federasi Belgia juga menegaskan akan terus mendorong terciptanya transparansi yang lebih besar dalam proses pengambilan keputusan di FIFA.
Sikap Belgia tersebut menjadi tekanan tersendiri bagi Infantino menjelang upayanya mempertahankan posisi sebagai Presiden FIFA. Dukungan federasi anggota menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan menuju pemilihan kepemimpinan badan sepak bola dunia tersebut.
- Gianni Infantino
- FIFA
- Timnas Belgia
- folarin balogun
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
IHSG Hari Ini Menguat, Dipicu Optimisme Arah Kebijakan "Dovish" Bank Sentral Global
-
Karhutla di Magetan dan Jombang Berhasil Dipadamkan Kurang Dari 24 Jam
-
Persib Bandung Tindak Lanjuti Sanksi FIFA terkait Kasus Mantan Pelatih Rene Albert pada 2022
-
Gerakan Menanam Pohon di Sekolah Digencarkan TP PKK Babel, Wujudkan Generasi Peduli Lingkungan.
-
BPBD Jatim Perkuat Pemadaman Karhutla di Kawasan Gunung Bromo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.