Air Cisadane Surut, Tirta Benteng Akan Gunakan Kimia

Selasa, 08 Sep 2026, 01:10 WIB

TANGERANG – Air Kali Cisadane adalah sumber utama Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang. Nah, saat ini air tersebut tengah surut, untuk itu, Tirta Benteng mencari solusi, termasuk kemungkinan menggunakan kimia. Caranya dengan pendalaman intek dengan menaruh alat sedot untuk menambah debit air.

“Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya konkret mengantisipasi penurunan debit air Cisadane,” tutur Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, Doddy Effendy, di Tangerang, Senin.

Ket. Foto: Direktur Utama Perumda Tirta Benteng Doddy Effendy. — Sumber: ANTARA/Irfan

Intek adalah istilah untuk pintu air atau bangunan penangkap air baku yang berfungsi untuk menyedot dan menyalurkan air dari sungai (Cisadane) ke instalasi pengolahan air bersih milik perusahaan daerah air minum seperti Perumda Tirta Benteng.

“Sampai kini kualitas air bakunya sudah menurun, tidak lagi seperti kualitas air baku yang biasa diolah,” tambah Doddy. Upaya lain yang juga disiapkan adalah menyesuaikan penggunaan bahan kimia dalam proses pengolahan air bersih di Kota Tangerang.“Ini sebagai bagian dari mitigasi risiko untuk memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tambah Doddy.

Wali Kota Tangerang Sachrudin menuturkan, kondisi debit air Kali Cisadane terpantau menyusut secara signifikan. Ini dapat berdampak langsung terhadap ketersediaan dan kualitas air baku yang digunakan untuk pelayanan air bersih.

“Kami telah menyiapkan langkah percepatan termasuk mengantisipasi penurunan drastis debit air Kali Cisadane beberapa waktu terakhir meskipun secara prinsip ketersediaan air bersih di Kota Tangerang masih terpenuhi, hanya saja kualitas airnya yang harus diperhatikan,” ujar Sachrudin.

Pemerintah Kota Tangerang, katanya, telah bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap ketersediaan air bersih seiring menyusutnya debit air Sungai Cisadane. “Pemkot Tangerang mengimbau kepada masyarakat untuk bersikap bijak dalam menggunakan air bersih di tengah musim kemarau yang diprediksi masih akan berlangsung sampai beberapa waktu mendatang,” ujarnya.

Sebelumnya,Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang memantau kondisi sumber air baku di sejumlah wilayah terkait dampak musim kemarau panjang yang menyebabkan debit air Kali Cisadane menurun. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan kegiatan pemantauan melibatkan tim gabungan dari berbagai unsur.

“Kami ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap dapat terpenuhi selama masa Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan,” kata Mahdiar. BPBD juga telah berkoordinasi antisipasi dampak hidrometeorologi kekeringan bersama perangkat daerah, Perumda Tirta Benteng, BMKG, BBWS Ciliwung Cisadane, TNI/Polri, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Langkah tersebut, kata dia, sangat penting untuk memastikan respons dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi peningkatan dampak kekeringan maupun kondisi darurat lainnya. Maka, BPBD bersama seluruh pihak terkait juga terus memantau perkembangan kondisi di lapangan guna memastikan penanganan dampak kekeringan dapat berjalan optimal dan terpadu. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.