3.000 Bendera Merah Putih Berkibar di Perbatasan sebagai Simbol Kedaulatan

Selasa, 11 Agu 2026, 16:11 WIB

BENGKAYANG -- Sebanyak 3.000 Bendera Merah Putih dikibarkan dan dibentangkan di sepanjang kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, sebagai simbol penegasan kedaulatan dan nasionalisme masyarakat di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Ribuan bendera tersebut menghiasi jalur dari Simpang Empat Sungai Take menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang hingga kawasan Titik Nol Perbatasan Indonesia-Malaysia. Pengibaran itu menjadi bagian dari Kirab Merah Putih dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Camat Jagoi Babang Saidin dalam kirab bendera merah putih, Selasa.

Ket. Foto: Kirab Bendera Merah Putih di Perbatasan Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Selasa. — Sumber: ANTARA/Narwati

Dalam kegiatan tersebut, katanya, peserta membawa dan membentangkan Bendera Merah Putih berukuran 8 x 17 meter dengan berjalan kaki sejauh sekitar empat kilometer, dari halaman Kantor Desa Jagoi menuju helipad di kawasan PLBN Jagoi Babang.

Saidin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa masyarakat di kawasan perbatasan memiliki semangat nasionalisme yang kuat sekaligus kesadaran terhadap posisi strategis wilayahnya sebagai beranda terdepan Indonesia.

"Jagoi Babang bukan sekadar kecamatan. Kita semua yang berdiri di sini berada di beranda terdepan NKRI dan berbatasan langsung dengan negara tetangga," kata Saidin.

Menurut dia, ribuan bendera yang dipasang dan dikibarkan dari kawasan Sungai Take hingga Titik Nol Perbatasan Jagoi Babang bukan hanya menjadi ornamen peringatan kemerdekaan, tetapi juga simbol kedaulatan, harga diri bangsa dan perekat persatuan masyarakat di wilayah perbatasan.

"Melalui Kirab Merah Putih ini, kita ingin mengirimkan pesan kuat bahwa nasionalisme warga Kecamatan Jagoi Babang tidak pernah luntur. Jiwa patriotisme tetap menyala untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Saidin menekankan semangat menjaga keutuhan NKRI perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dengan mengisi kemerdekaan melalui pembangunan, peningkatan prestasi serta menjaga kerukunan antarsuku dan antaragama di kawasan perbatasan.

Ia mengajak generasi muda di Jagoi Babang menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun daerah, bukan sebagai alasan untuk terjadinya perpecahan.

"Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita, tetapi jadikan perbedaan itu sebagai kekuatan untuk memajukan Kecamatan Jagoi Babang," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BAIS TNI yang memfasilitasi pelaksanaan kirab, serta TNI-Polri, pihak sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda dan seluruh masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kirab Merah Putih di kawasan perbatasan tersebut lanjutnya, sekaligus memperlihatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga semangat kebangsaan di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain. Dan kehadiran pelajar dan berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi penerus.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.