Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Normal, ASDP Terus Perkuat Kapasitas Atasi Antrean

Senin, 07 Sep 2026, 10:00 WIB


JAKARTA  – Layanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk kembali normal pada Minggu (6/9), setelah sempat mengalami penundaan layanan pada pukul 16.15 hingga 17.34 WITA.

Penundaan tersebut berlangsung di tengah penyampaian aspirasi dari asosiasi sopir terkait kepadatan antrean kendaraan logistik dan pola operasional kapal yang terjadi dalam sekitar dua minggu terakhir. ASDP bersama asosiasi sopir, regulator, kepolisian, dan pemangku kepentingan terkait kemudian melakukan koordinasi dan menyepakati sejumlah komitmen bersama untuk menjaga kelancaran layanan. Sekitar pukul 17.30 WITA, kondisi di lapangan kembali kondusif dan layanan berjalan normal.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa akibat antrean dan waktu tunggu yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian ASDP, khususnya karena berdampak pada masyarakat dan pengguna jasa angkutan logistik yang membutuhkan kepastian waktu perjalanan.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa. Karena itu, fokus kami adalah mempercepat penguraian antrean dengan mengoptimalkan seluruh kapasitas yang tersedia, termasuk mengerahkan kapal-kapal berukuran besar. Tentunya seluruh upaya tersebut tetap kami lakukan melalui koordinasi erat dengan para regulator dan pemangku kepentingan dengan memperhatikan keselamatan dan kesiapan operasional,” ujar Direktur Utama ASDP, Heru Widodo.

Untuk mempercepat penguraian antrean, KMP Jatra I telah digerakkan menuju Tanjung Wangi dan dijadwalkan tiba pada Selasa (8/9) untuk selanjutnya memperkuat layanan Ketapang–Gilimanuk sesuai kesiapan operasional.

Sementara itu, KMP Portlink 0 juga telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi untuk memperkuat layanan lintasan Tanjung Wangi–Lembar yang terhubung dengan Pelabuhan Gili Mas. Langkah ini menjadi bagian dari optimalisasi jaringan lintasan untuk menambah kapasitas sekaligus membantu mengurangi tekanan kendaraan di Ketapang–Gilimanuk.

Sambil menunggu tambahan armada, kapasitas kapal yang tersedia terus dioptimalkan. Pengaturan pola operasi dilakukan secara kolaboratif bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan sesuai kewenangannya. Dalam kondisi saat ini, pola operasi dapat dioptimalkan hingga maksimal 8 trip dengan tetap mengikuti pengaturan dan ketentuan yang berlaku.

GM ASDP Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan bahwa pengaturan operasional di lapangan dilakukan secara dinamis dengan melihat kondisi antrean dan pergerakan kendaraan. "Tim di lapangan terus melakukan penyesuaian pola operasi agar kapasitas kapal bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin. Kami juga berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan proses pengaturan kendaraan dan pemuatan berjalan tertib, sehingga antrean dapat lebih cepat terurai,” ujar Media.

Ia menambahkan, komitmen bersama yang disepakati hari ini menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran operasional ke depan, termasuk memastikan pengguna jasa mengikuti pengaturan dan arahan petugas di lapangan.

ASDP akan terus memantau perkembangan layanan dan melakukan penyesuaian operasional sesuai kondisi. Setiap kapasitas yang tersedia akan terus dimaksimalkan untuk mempercepat penguraian antrean, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.

ASDP mengajak seluruh pengguna jasa untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas selama proses penguraian antrean berlangsung.

  • Layanan Penerbangan

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.