Setelah 5 Tahun Terhenti, Penerbangan Langsung India-Tiongkok Resmi Dibuka Lagi

Senin, 27 Okt 2025, 19:15 WIB

JAKARTA – India dan Tiongkok kembali membuka penerbangan langsung setelah lima tahun terhenti, menandai langkah penting dalam normalisasi hubungan dua raksasa Asia itu. Penerbangan perdana dilakukan pada Minggu (26/10) dengan rute nonstop harian yang menghubungkan Guangzhou dan Kolkata.

Maskapai penerbangan terbesar di India, IndiGo, menjadi operator untuk penerbangan pembuka ini. Pesawat berangkat dari Bandara Internasional Netaji Subhas Chandra Bose (NSCBI) di Kolkata menuju Bandara Internasional Guangzhou Baiyun di Tiongkok dengan membawa 176 penumpang.

Ket. Foto: — Sumber: Anadolu Agency

Pemerintah India menyambut baik kembalinya layanan ini, menyebutnya sebagai upaya memperkuat kontak antarmasyarakat dan langkah penting menuju “normalisasi pertukaran bilateral secara bertahap.” Langkah ini juga diharapkan dapat membuka kembali jalur interaksi ekonomi dan budaya antara kedua negara.

Selain rute Kolkata–Guangzhou, penerbangan langsung antara Shanghai dan New Delhi juga akan segera beroperasi pada 9 November mendatang. Rute ini dijadwalkan memiliki tiga penerbangan setiap minggu sebagai bagian dari fase awal pemulihan konektivitas udara.

Hubungan udara antara India dan Tiongkok sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Penangguhan tersebut diperpanjang setelah insiden bentrokan mematikan antara pasukan India dan Tiongkok di Lembah Galwan, Himalaya, pada Juni 2020.

Bentrok yang dipicu perselisihan terkait infrastruktur dan jalur patroli di perbatasan tersebut menewaskan sedikitnya 20 tentara India, sementara jumlah korban dari pihak Tiongkok tidak diumumkan secara resmi. Sejak saat itu, hubungan kedua negara berada dalam ketegangan yang tinggi.

Situasi baru mulai mencair setelah tercapainya kesepakatan pada Oktober 2024, yang berhasil meredakan ketegangan di sepanjang Garis Kontrol Aktual (Line of Actual Control/LAC). Kesepakatan tersebut membuka jalan bagi peningkatan dialog diplomatik dan kerja sama lintas sektor.

Dengan dibukanya kembali penerbangan langsung, kedua negara diharapkan dapat memperluas kerja sama ekonomi dan sosial. Langkah ini juga menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata dan perdagangan di kawasan Asia Selatan dan Asia Timur.

Kementerian Luar Negeri India menegaskan bahwa konektivitas udara memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan antarwarga. “Kembalinya penerbangan langsung ini akan membantu membangun kembali jembatan interaksi antara masyarakat India dan Tiongkok,” tulis pernyataan resmi kementerian tersebut.

Kembalinya penerbangan India–Tiongkok ini tidak hanya menjadi simbol pemulihan hubungan diplomatik, tetapi juga tonggak penting bagi stabilitas kawasan. Bagi banyak pihak, langit yang kembali terbuka antara dua negara besar Asia ini menjadi harapan baru untuk hubungan yang lebih konstruktif di masa depan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.