Kulit Terpapar Abu Vulkanik? Ini Rekomendasi Pakaian dari Dokter.

Senin, 07 Sep 2026, 13:16 WIB

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Dr. Arini Astasari Widodo, SM, SpDVE memberikan rekomendasi jenis pakaian yang dapat melindungi kulit selama ada penyebaran abu vulkanik.

"Gunakan pakaian yang dapat meminimalkan permukaan kulit yang terbuka, seperti baju lengan panjang, celana panjang, sepatu tertutup," kata Arini kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Ket. Foto: Pengendara sepeda motor memakai masker yang dibagikan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lampung Selatan di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Senin (7/9/2026). Pembagian masker tersebut untuk melindungi pernapasan warga dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sekaligus mengantisipasi risiko infeksi saluran pernapasan akut — Sumber: Antara Foto

Arini yang merupakan lulusan Universitas Harvard itu menyampaikan selama adanya penyebaran abu, lebih baik mengenakan pakaian tertutup terutama ketika membersihkan area yang banyak tertutup abu.

Hal ini sejalan dengan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) yang juga telah merekomendasikan pakaian lengan panjang dan celana panjang untuk mengurangi paparan kulit.

Selain kulit, dia menilai masyarakat juga perlu melindungi mata dan saluran pernapasan dengan topi atau sarung tangan.

"Jika harus berada di luar ketika abu masih berada di udara, gunakan masker yang memiliki filtrasi baik dan pelindung mata. Sebisa mungkin kurangi aktivitas di luar ruangan ketika hujan abu sedang cukup berat," kata anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika Indonesia (Perdoski) itu.

Berikutnya pada pemakaian tabir surya (sunscreen) menurutnya tetap diperlukan, karena adanya awan ataupun abu di atmosfer tidak berarti radiasi ultraviolet sepenuhnya hilang.

Sebaiknya tabir surya diaplikasikan pada kulit yang sudah bersih dan kering sebelum keluar rumah, kemudian tunggu hingga produk membentuk lapisan dengan baik.

Dia menganjurkan untuk memilih sunscreen broad-spectrum minimal SPF 30 dengan tekstur yang nyaman dan tidak terlalu lengket bagi masing-masing individu.

"Yang penting, jangan mengoleskan ulang sunscreen dengan cara menggosoknya di atas kulit yang sudah dipenuhi abu, karena abu dapat ikut bergesekan dengan kulit. Bila kulit sudah banyak terkena abu, sebaiknya bilas atau bersihkan secara lembut terlebih dahulu, keringkan, baru aplikasikan kembali sunscreen," ucap Arini.

Pada situasi hujan abu yang cukup tebal, pakaian tertutup, topi dan mengurangi aktivitas di luar justru menjadi proteksi yang lebih penting dibandingkan terus menambah lapisan sunscreen.

Dalam kesempatan itu, Arini berpesan bahwa meminimalkan paparan dengan tidak menggosok dan membilas dengan lembut dapat melindungi kulit.

Bila abu sedang banyak, sebisa mungkin tetap berada di dalam ruangan dan tutup jendela serta pintu.

Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, serta orang dengan eksim atau kulit sangat sensitif.

Apabila setelah paparan muncul kemerahan berat, pembengkakan, rasa terbakar yang kuat, luka atau lepuh, maupun keluhan yang tidak membaik setelah dibersihkan, sebaiknya diperiksakan ke fasilitas kesehatan.

"Dan tentunya kesehatan kulit hanya salah satu aspek. Abu vulkanik juga dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, sehingga masyarakat sebaiknya tetap mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah," tambah Arini.

  • tips lindungi kulit

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.