Pasuruan Kekeringan, Pemprov Jatim Salurkan Air Bersih Bagi 19.837 Warga
Senin, 07 Sep 2026, 13:52 WIBSURABAYA â Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menyalurkan 45 tandon dan 500 jeriken untuk memenuhi kebutuhan air bersih 19.837 warga terdampak kekeringan di Kabupaten Pasuruan.
"Bantuan Provinsi Jatim untuk Kabupaten Pasuruan 45 tandon dengan kapasitas 1.200 liter dan 500 jeriken berkapasitas 15 liter," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dalam keterangan diterima di Surabaya, Jawa Timur, Senin (07/9).
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak kekeringan di empat kecamatan yakni Lumbang, Winongan, Pasrepan, dan Kejayan, dengan total 19.837 jiwa atau 6.556 keluarga.
Kecamatan Lumbang menjadi wilayah dengan jumlah masyarakat terdampak paling besar yakni 8.966 jiwa atau 2.923 keluarga. Selanjutnya Pasrepan 7.675 jiwa atau 2.603 keluarga, Winongan 1.443 jiwa atau 481 keluarga, serta Kejayan 1.743 jiwa atau 549 keluarga.
Khusus di Kecamatan Lumbang, dukungan penanganan air bersih juga diperkuat melalui distribusi yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan.
Bantuan tersebut meliputi distribusi air bersih dengan armada berkapasitas 6.000 liter, tiga unit tandon berkapasitas 1.200 liter, 50 jeriken berkapasitas 15 liter, serta tiga unit truk tangki dengan kapasitas masing-masing 6.000 liter.
Khofifah mengatakan penanganan kekeringan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten (pemkab). Kehadiran Pemprov Jatim ditujukan untuk memperluas jangkauan pelayanan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan bantuan.
"Dari 24 kabupaten kehadiran Pemprov Jatim mensubstitusi apa yang sudah dilakukan Bupati Pasuruan dengan meluaskan sapaan agar pemenuhan kebutuhan mudah dijangkau. Selain itu membersamai dengan membagi sembako di setiap titik untuk membantu keterjangkauan masyarakat mengakses logistik," katanya.
Selain bantuan air bersih dan sarana penampungan, Pemprov Jatim juga menyalurkan sembako di sejumlah titik terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama keluarga yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Sementara itu Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengapresiasi dukungan Pemprov Jatim. Ia mengatakan terdapat delapan desa yang setiap tahun menghadapi persoalan kekeringan ketika musim kemarau tiba.
Ia menyebut penggunaan tandon dan distribusi air menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan warga. Sementara itu pemerintah daerah terus mencari solusi permanen agar delapan desa tersebut tidak lagi mengalami kekurangan air setiap musim kemarau.
"Sudah minta tolong Gubernur Jatim, Insya Allah bantuan dari provinsi supaya delapan desa tidak lagi kekurangan air di saat musim kemarau," kata Rusdi.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ayo Ikut Seleksi, Pemprov Jateng Buka Pendaftaran Komisi Informasi Periode 2027-2031
-
Krisis Air Melanda, Bantuan Air Bersih Disalurkan ke Warga Sukoharjo
-
Rwanda Bidik Perjanjian Dagang Bebas dengan Indonesia
-
Tak Biasa! Bukan Emas, Mahar Pernikahan Ini Berupa Bantuan Air Bersih
-
Cadangkan Pemain yang Tak Maksimal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.