Prabowo Pimpin Rapat Penting Hari Ini, Erupsi Anak Krakatau hingga Gempa NTT Jadi Bahasan

Senin, 07 Sep 2026, 14:17 WIB

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin rapat terbatas penanganan dampak bencana erupsi Gunung Anak Krakatau, penanggulangan bencana gempa di NTT, dan penanganan karhutla dengan sejumlah kepala daerah melalui sambungan video-conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).

Rapat terbatas itu, yang juga dihadiri sejumlah menteri dan pimpinan lembaga, dijadwalkan berlangsung pada Senin siang.

Ket. Foto: Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto dalam jamuan santap siang dan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9). — Sumber: Antara

Informasi yang dihimpun dari sumber Istana, rapat terbatas itu akan disiarkan secara terbuka.

Terkait dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah berlangsung selama akhir pekan lalu, Presiden Prabowo telah mengeluarkan imbauan untuk masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Presiden meminta masyarakat mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan serta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat juga diminta mematuhi aturan zona bahaya dan batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.

"Saudara-saudara kita yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan, dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan patuhi sepenuhnya zona bahaya serta batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang," kata Presiden Prabowo dalam siaran resminya di Jakarta, Minggu (6/9).

Presiden Prabowo memastikan pemerintah senantiasa memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menerima laporan serta informasi terkini dari jajaran terkait.

Presiden juga telah memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait untuk memantau perkembangan situasi.

Perkembangan per Senin siang, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir setelah berlangsung selama 25 jam, tetapi aktivitas vulkanik masih terus dipantau karena tingkat kegempaan masih tinggi.

Kepala Badan Geologi Lana Saria di Jakarta, Senin, menjelaskan episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB.

Setelah periode tersebut berakhir, aktivitas erupsi kembali menunjukkan pola letusan ringan yang menjadi karakteristik Gunung Anak Krakatau yang berada di wilayah Provinsi Lampung tersebut.

  • Presiden Prabowo Subianto

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.