Dua Turnamen Bulu Tangkis Internasional Pontianak Membuka Mata, Regenerasi Indonesia Tertinggal Jauh

Senin, 07 Sep 2026, 02:04 WIB

JAKARTA – Dua pekan berturut-turut di Pontianak digelar turnamen internasional bulu tangkis. Dari sini bisa diketahui betapa regenerasi bulu tangkis Indonesia tertinggal jauh dari negara-negara lain. Apalagi kalua dilihat dari super 100 yang selesai Minggu (6/9) malam, di mana Indonesia sama sekali tak mendapat gelar juara. Yang mencapai final pun hanya satu, ganda putra, Patra Rindorindo/Y Rambitan dan kalah dari pasangan Taiwan.

Kepala Pelatih Tunggal Putra Pratama PBSI Wiempie Mahardi menjadikan daya tahan sebagai salah satu pekerjaan rumah setelah Richie Duta Richardo dan Dendi Triansyah menjalani dua turnamen beruntun di Pontianak.

Ket. Foto: perlu terus digenjot — Sumber: ist

"Bermain back-to-back di nomor tunggal memang tidak mudah dan kebugarannya terlihat sedikit menurun. Namun, ini menjadi pengalaman penting bagi pemain muda, terutama untuk membangun mental dan fighting spirit," kata Wiempie dalam keterangan PBSI di Jakarta, Minggu.

Richie menjalani dua pekan dengan hasil berbeda. Dia menjadi juara Polytron Pontianak International Challenge 2026 setelah mengalahkan wakil India Ginpaul Sonna 24-22, 21-19 pada final.

Namun, ketika level kompetisi meningkat pada Super 100 Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, langkah Richie terhenti di perempat final. Dia sempat memenangi gim pertama melawan Shogo Ogawa asal Jepang dengan skor 21-8 sebelum kalah 10-21, 16-21 pada dua gim berikutnya.

Wiempie mengatakan penampilan Richie secara keseluruhan sudah maksimal dan rangkaian dua turnamen tersebut menjadi pengalaman penting untuk meningkatkan kemampuan mempertahankan performa. Sementara itu, Dendi menunjukkan perkembangan hasil pada pekan kedua.

Setelah terhenti pada babak 32 besar International Challenge akibat kalah dari Su Wei Cheng asal Taiwan 20-22, 18-21, Dendi mampu melaju hingga semifinal Super 100 Indonesia Masters. Dendi antara lain menyingkirkan pemain Malaysia yang lebih berpengalaman, Cheam June Wei, dengan skor 21-11, 21-10 pada perempat final.

Perjalanannya kemudian dihentikan Sun Chao asal China dalam pertandingan tiga gim 22-20, 10-21, 15-21. Wiempie mengatakan beberapa aspek yang selama ini dilatih mulai mampu diterapkan Dendi dalam pertandingan, tetapi kemampuan mempertahankan kekuatan dalam durasi permainan panjang masih perlu ditingkatkan.

"Ke depan, strength endurance masih perlu ditingkatkan dan akan kami evaluasi kembali dalam program latihannya," ujar Wiempie. Menurut dia, rangkaian dua turnamen di Pontianak menjadi bahan evaluasi untuk mempersiapkan Richie, Dendi, dan para pemain muda tunggal putra agar lebih konsisten menghadapi persaingan pada turnamen berikutnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.