Layanan Listrik 24 Jam, Bupati Kutim Yakin Ekonomi Desa Berkembang

Jumat, 31 Jul 2026, 05:53 WIB

SANGATTA - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman yakin ekonomi desa akan berkembang lebih cepat dengan adanya layanan listrik 24 jam. Hal itu akan membuat usaha pengolahan hasil bumi, kerajinan, hingga jasa perdagangan yang biasanya terhenti saat gelap kini bisa dilakukan hingga malam.

Kecukupan pasokan listrik bisa menjadi penggerak roda ekonomi desa, sehingga memungkinkan warga mengolah komoditas lokal langsung di tempat, meningkatkan nilai jual, dan mengurangi ketergantungan pada pengiriman bahan mentah ke luar daerah, ujar dia.

Ket. Foto: Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman — Sumber: antara foto

"Pemerataan pembangunan menjadi komitmen berkelanjutan bagi pemerintah daerah. Saya turut bersyukur karena kini seluruh desa di Kecamatan Muara Bengkal sudah merdeka menikmati listrik penuh," ujar Ardiansyah di Sangatta, Kutim, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (30/7).

Desa Senambah dan Mulupan di Kecamatan Muara Bengkal akhirnya mendapat layanan listrik 24 jam pada Selasa (28/7), bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-76 Desa Senambah. 

"Penantian panjang itu berakhir, kini masyarakat Senambah dan Mulupan pun resmi menikmati aliran listrik penuh 24 jam dari PLN. Sebuah tonggak penting yang tak hanya menerangi rumah, tetapi juga membuka pintu kemajuan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut," kata Ardiansyah.

Menurut dia, sebelumnya hanya dari senja hingga tengah malam masyarakat di dua desa tersebut merasakan cahaya. Namun kini aliran listrik menjadi peluang emas untuk melakukan berbagai kegiatan ekonomi, baik aktivitas yang membutuhkan sinar lampu maupun peralatan usaha yang membutuhkan energi listrik. 

Ia berterima kasih kepada PLN dan semua pihak yang bersinergi, sekaligus menargetkan perbaikan jalan penghubung Ngayau–Senambah–Mulupan tuntas pada 2028–2029 guna melengkapi manfaat kelistrikan ini.

"Saya ingatkan kepada semua tentang pentingnya pemeliharaan bersama dan penggunaan energi secara bijak. Anggaran terbatas, jika fasilitas terjaga baik, kita bisa terus melangkah membangun yang lain. Mari kita rawat dan gunakan dengan aman dan bijak," ujar Ardiansyah.

Dengan adanya dukungan energi yang tak terputus, menurut dia, kini kedua desa memiliki pondasi lebih kuat untuk mengembangkan potensi lokal, membuka lapangan kerja baru, dan menahan putaran uang tetap bergerak di wilayah sendiri, sebuah langkah nyata menuju kemandirian ekonomi desa yang kokoh dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Desa Senambah Ahmad Lamo dan Kepala Desa Mulupan Riansyah menyambut langkah itu dengan bersyukur, karena adanya listrik bukan hanya membantu aktivitas ekonomi,tapi juga berdampak pada pendidikan, sosial dan budaya masyarakat.

Mereka berharap kelistrikan yang stabil diimbangi perbaikan akses jalan dan penyediaan air bersih, agar potensi ekonomi desa tumbuh seimbang.

Camat Muara Bengkal Mansyur Ady pun mendorong kolaborasi pemerintah dan perusahaan setempat untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar tersebut.

Dalam kesempatan itu, perwakilan PLN UP3 Bontang Sri Wahyuningsih menambahkan bahwa kehadiran listrik merata hingga pelosok adalah wujud komitmen menghadirkan manfaat bagi pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.