IKN Punya Jurus Baru Cegah Karhutla: 5 Titik Pembasahan Udara Disiapkan
Sabtu, 05 Sep 2026, 15:03 WIBPENAJAM PASER UTARA - Sebanyak lima titik di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur, menjadi sasaran pembasahan udara melalui pengeboman air (water bombing) untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Lokasi pertama adalah area Bukit Tengkorak yang masuk kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto," kata Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN (OIKN) Myrna A. Safitri saat dikonfirmasi di Penajam, Sabtu.
Myrna menambahkan, target operasi selanjutnya berada di sepanjang kawasan Bukit Merdeka hingga Teluk Dalam di poros SamarindaâBalikpapan.
Pembasahan juga diarahkan ke wilayah Wonotirto menuju Tanjung Harapan, yang merupakan area rawa gambut dan saat ini dalam kondisi mengering.
Menurut dia, seluruh area target tersebut memiliki karakteristik vegetasi campuran dengan kontur tanah berbukit.
"Kondisi geografis ini membuat pemadaman dari udara menjadi opsi yang jauh lebih efektif dan aman ketimbang menerjunkan personel darat melalui jalur pejalan kaki," jelas Myrna.
Pada kesempatan terpisah, Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi Danis H Sumadilaga menerangkan bahwa OIKN bersinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI Angkatan Udara (AU) dalam melaksanakan operasi karhutla tersebut.
Operasi taktis ini digelar setelah hasil pemantauan terkini menunjukkan adanya peningkatan risiko kebakaran yang signifikan di sejumlah area penyangga ibu kota baru tersebut.
Dalam operasi ini, TNI AU menyiagakan satu unit Helikopter Caracal di Pangkalan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan sebagai armada utama pemadaman.
Helikopter tersebut memiliki kapasitas angkut kantong air (bambi bucket) seberat dua ton atau setara 2.000 liter air dalam sekali terbang.
"Operasi ini selain untuk memadamkan titik api (hotspot), sekaligus membasahi area yang berpotensi terbakar," ujar Danis.
Ia menambahkan, upaya pembasahan lahan (wetting) menjadi langkah krusial untuk menekan risiko perambatan api, terutama di tengah kondisi arah angin yang kerap berubah-ubah secara fluktuatif di lapangan.
OIKN memastikan pemantauan titik rawan kebakaran akan terus dilakukan secara intensif selama periode rentan karhutla musim kemarau ini.
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta laporan berkala petugas di lapangan akan menjadi dasar utama dalam menentukan koordinat area pembasahan berikutnya, terutama jika kondisi angin dan suhu harian menunjukkan peningkatan indikator risiko.
- Ibu Kota Negara (IKN)
- Antisipasi Karhutla
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Ditunggu Penggemar, Semua Anggota BLACKPINK Bakal Hadiri Acara Perayaan Satu Dekade Debut
-
PBB Kecam Sanksi AS ke Kuba, Desak Dunia Bertindak Agar Kuba Tak Berubah Jadi Gaza
-
Selamatkan Anak Didik dari Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Pontianak Diminta Belajar secara Daring
-
Ben Shelton Mengamuk di Montreal Masters, Juara Bertahan Melaju ke 16 Besar
-
Antisipasi Ancaman Karhutla, BPBD Aceh Barat Gencarkan Sosialisasi Pencegahan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.