8 Tower Hunian Vertikal 24 Lantai Mulai Dibangun di Stasiun Manggarai

Sabtu, 22 Agu 2026, 14:50 WIB

JAKARTA– Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama PT KAI dan Bank BTN resmi memulai pembangunan Hunian Terjangkau Manggarai. Proyek ini akan menghadirkan 8 tower hunian vertikal dengan total 3.784 unit di atas lahan seluas 2,1 hektare milik PT KAI, tepat di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta.

Groundbreaking dilakukan Menteri PKP Maruarar Sirait pada Jumat (21/8). Turut hadir Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Dirut PT KAI Bobby Rasyidin, Dirut BTN Nixon Napitupulu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dan pejabat terkait lainnya.

Ket. Foto: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kanan) disela groundbreaking Hunian Terjangkau Manggarai di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat (21/8) — Sumber: istimewa

Spesifikasi Hunian: 8 Tower, 24 Lantai, 3 Tipe

Kawasan hunian ini dibagi menjadi 2 blok:

- Blok G: 3 tower dengan total 1.276 unit. Pembangunan tahap awal dimulai di Blok G seluas 6.900 m².

- Blok F: 5 tower dengan total 2.508 unit.

Setiap tower memiliki tinggi 24 lantai dan menyediakan 3 pilihan tipe hunian untuk MBR:

1. Studio: 28 m² 

2. Tipe 36: 36 m²

3. Tipe 45: 45 m²

Selain hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi ±150 unit ruang usaha/retail sebagai fasilitas pendukung.

Keunggulan: Hunian TOD di Pusat Kota

Lokasi proyek berada di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Manggarai. Penghuni akan memiliki akses langsung ke KRL Commuter Line, KA Bandara, dan KA antarkota. Hunian ini juga terhubung dengan MRT, LRT, dan TransJakarta. 

Didukung pula dengan lokasi dekat rumah sakit rujukan nasional, pusat bisnis, dan jalan utama.

“Ini adalah kolaborasi bersama BUMN, dalam hal ini PT KAI dan BTN. Yang mudah-mudahan akan selesai dalam 18 bulan,” ujar Menteri Maruarar.

Skema Kepemilikan & Fasilitas

Hunian akan menggunakan skema Rusunami dengan tenor pembiayaan hingga 40 tahun. Masyarakat MBR juga mendapat kemudahan subsidi biaya proses dan bisa booking sejak pembangunan 20%.

Untuk meringankan, pemerintah memberikan pembebasan BPHTB dan PBG bagi yang memenuhi syarat. Penempatan akan sesuai

Permen PKP Nomor 5 Tahun 2025 agar tepat sasaran.

“Konsepnya layak, terjangkau, dan berkelanjutan. Kita ingin menyediakan hunian di tengah kota yang berkualitas dan terjangkau bagi MBR,” kata Dirut PT KAI Bobby Rasyidin.

Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengapresiasi proyek ini sebagai wujud pemerataan hunian layak di pusat kota. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan pemeliharaan jangka panjang.

Pembangunan Hunian Terjangkau Manggarai ditargetkan menjadi contoh pemanfaatan aset negara secara produktif untuk menjawab kebutuhan rumah di perkotaan. 

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.