Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

Minggu, 23 Agu 2026, 10:12 WIB

TEHERAN - Iran memperingatkan negara-negara agar tidak berpartisipasi dalam "perang ekonomi" Amerika Serikat terhadap negara itu, mereka akan dianggap sebagai musuh.

Washington telah mendorong sekutunya untuk ikut serta dalam kampanye baru Donald Trump untuk mengisolasi ekonomi Iran, ketika perang yang dilancarkan Presiden AS tersebut mendekati bulan keenam.

Ket. Foto: Ketua Dewan Keamanan Iran yang baru dilantik, Mohsen Rezai, berbicara selama pertemuan di Iran, pada waktu dan lokasi yang tidak diungkapkan. — Sumber: Turkiyetoday/X

"Kami menyatakan kepada semua negara... jangan bergabung dalam perang ekonomi yang dilancarkan oleh Amerika Serikat," kata Mohsen Rezai, kepala dewan keamanan nasional tertinggi Iran, di televisi pemerintah, Sabtu (22/8).

"Negara mana pun yang berpartisipasi dalam pemberlakuan pembatasan ekonomi terhadap kami dianggap sebagai musuh," tambahnya.

Jika negara-negara yang bersangkutan menolak untuk "menjauhkan diri" dari Amerika Serikat, Iran akan "merugikan" kepentingan mereka, tambahnya.

Rezai juga menegaskan bahwa Iran masih memiliki kartu lain untuk dimainkan dalam perang ini. "Kami belum menyerang kepentingan ekonomi Amerika mana pun," ia mengklaim.

"Sejauh ini, kami hanya menargetkan pangkalan militer, tetapi jika mereka ingin menjatuhkan sanksi ekonomi kepada kami, Amerika Serikat memiliki perusahaan minyak dan ekonomi di sekitar Iran dan tempat lain, dan kami akan menyerang mereka," ancam Rezai.

Jika Trump "bertindak, konfrontasi kita akan seperti gempa bumi," tambahnya.

Washington juga menyerukan kepada pemerintah lain untuk bergabung dalam upaya mengisolasi ekonomi Iran, terutama Beijing, di antara mitra strategis utama Iran.

Namun, Tiongkok mengkritik inisiatif tersebut, dengan alasan sanksi Amerika tidak akan menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

Salah satu mitra dagang utama Iran, Uni Emirat Arab (UEA), pada hari Selasa mengumumkan bahwa mereka menangguhkan semua transaksi perdagangan dan keuangan dengan Teheran hingga pemberitahuan lebih lanjut.

  • Konflik AS-Iran

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.