• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Rony Parulian Tampil Lebih...

Rony Parulian Tampil Lebih Eksploratif di Album Kedua

Jumat, 04 Sep 2026, 02:00 WIB

JAKARTA – Album kedua Rony Parulian, Dunia dan Seisinya, lahir dari kolaborasi sejumlah musisi. Rendy Pandugo, Petra Sihombing, Krisna Trias, dan Lafa Pratomo turut membentuk warna musikal album tersebut.

Album ini menunjukkan perkembangan Rony dibandingkan karya pertamanya, Rahasia Pertama, yang dirilis pada 2025. Perkembangan itu terlihat melalui eksplorasi genre dan keterlibatan Rony dalam penulisan lagu.

Ket. Foto: (Dari kiri ke kanan) Rony Parulian, Rendy Pandugo, Lafa Pratomo, dan Krisna Trias, saat press conference perilisan album Rony Parulian, “Dunia dan Seisinya” — Sumber: RRI/Shafa

Rendy Pandugo melihat perubahan sikap Rony selama proses pengerjaan album kedua. Menurut dia, Rony kini lebih santai saat menjalani proses kreatif bersama.

"Dulu Rony ini emang pemalu dan cenderung pasif. Tapi waktu bikin album ini di Bali sama Petra, suasananya udah lebih enak, jadi lebih santai," ujar Rendy saat press conference perilisan album Rony Parulian, Dunia dan Seisinya, di Krapela, Jakarta, Rabu (2/9) lalu.

Menurut Rendy, suasana pengerjaan album di Bali turut mempengaruhi proses kreatif. Lingkungan yang berbeda membuat pengerjaan album terasa lebih lepas. Dari empat lagu ciptaannya, tiga lagu masuk ke album Dunia dan Seisinya. Ketiga lagu tersebut yaitu Jalan Tengah, Februari, dan Waltz Akhir Zaman.

Sementara itu, Krisna Trias menilai album kedua Rony memberikan ruang lebih luas bagi kebebasan kreativitas. Ia menyebut sejumlah lagu menghadirkan eksplorasi musikal dengan warna multi-genre.

"Album yang sekarang ini lebih merdeka dalam kreativitas. Lagu-lagunya menurutku cukup multi-genre, jadi lumayan eksplor," ujar dia.

Keterlibatan Krisna dalam album pertama membuatnya melihat perkembangan musikal Rony. Album kedua menunjukkan eksplorasi lebih luas dalam menentukan arah musik.

Lafa Pratomo menyoroti metode pengerjaan album yang dilakukan sejak awal secara kolaboratif. Proses tersebut melibatkan co-producer, co-writer, serta sejumlah musisi di studio.

"Aku ngajakin co-producer dan co-writer juga, jadi di studio rame banget. Kita lempar-lempar ide di sana, kita nulis bareng, isi instrumennya bareng, semuanya mulai dari nol," kata dia.

Proses kolaborasi berlangsung sejak penulisan lagu hingga pengisian instrumen. Berbagai gagasan kemudian dirapikan bersama menjadi materi musik yang lebih utuh.

Album Dunia dan Seisinya berisi 10 lagu tentang cinta dan kehidupan manusia. Album kedua Rony Parulian tersebut dijadwalkan rilis Jumat (4/9). ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.