Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa Hadiri Peringatan 100 Tahun Jemaat GPM Gatik

Jumat, 04 Sep 2026, 01:20 WIB

AMBON - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menilai peringatan satu abad Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Galala Hative Kecil (Gatik) menjadi bukti nyata pentingnya merawat persatuan dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat, Jumat (4/9). 

“100 tahun Gatik sesungguhnya adalah 100 tahun merenda persaudaraan. Para pendahulu kita mengajarkan untuk mengalahkan ego dan saling menerima demi sesuatu yang lebih besar, yaitu kasih Kristus dan persaudaraan,” kata Hendrik dalam keterangan yang diterima di Ambon, Kamis.

Ket. Foto: Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menilai perjalanan satu abad Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Galala Hative Kecil (Gatik) menjadi bukti pentingnya persatuan dan persaudaraan dalam menghadapi perbedaan di tengah masyarakat. — Sumber: ANTARA/Dedy Azis

Hal itu dikatakannya usai membuka peringatan 100 tahun jemaat GPM Gatik di Ambon.

Menurut dia, sejarah perjalanan Jemaat GPM Gatik sejak berdiri pada 2 September 1926 hingga memasuki usia 100 tahun menunjukkan bahwa perbedaan tidak semestinya menjadi penghalang untuk membangun kehidupan bersama.

Ia mengatakan penyatuan Galala dan Hative Kecil menjadi bagian penting dari perjalanan jemaat yang memperlihatkan bahwa persatuan dapat tumbuh ketika setiap pihak bersedia mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengedepankan kepentingan bersama.

Hendrik mengajak warga jemaat menjadikan pengalaman para pendahulu sebagai teladan dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat Maluku yang memiliki keberagaman latar belakang.

Ia menegaskan persaudaraan merupakan modal sosial yang harus terus dirawat karena pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kekuatan pemerintah, tetapi juga kepercayaan dan kebersamaan masyarakat.

“Pembangunan di Maluku bukan hanya tentang membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun manusia, kepercayaan dan kebersamaan,” ujarnya.

Ia menilai gereja memiliki peran strategis bersama pemerintah dan masyarakat dalam membangun karakter manusia serta memperkuat nilai-nilai sosial yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.

Karena itu, sinergi antara pemerintah, gereja dan masyarakat perlu terus diperkuat agar pembangunan Maluku dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.

Hendrik berharap memasuki abad kedua, Jemaat GPM Gatik tidak hanya mempertahankan warisan sejarah, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai persaudaraan tersebut dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

“Teruslah menjaga dan memperindah warisan persaudaraan yang telah diwariskan para pendahulu kita,” katanya.

Ia mengatakan semangat tersebut penting untuk menjaga Maluku sebagai daerah yang kehidupan masyarakatnya dibangun di atas nilai kasih, toleransi dan orang basudara.

  • gpm gatik
  • hendrik lewerissa
  • gubernur maluku
  • 100 tahun gpm

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.