Bupati Pidie Jaya Dorong Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Hidrometeorologi

Jumat, 04 Sep 2026, 01:57 WIB

BANDA ACEH - Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, dan pemerintah daerah untuk mempercepat proses rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi, Jumat (4/9). 

"Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi harus dilaksanakan secara terukur, terintegrasi dan berorientasi langsung pada kebutuhan masyarakat," kata Sibral Malasyi di Pidie Jaya, Aceh, Kamis.

Ket. Foto: Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi (tengah) meninjau proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Pidie Jaya, Kamis (3/9). — Sumber: ANTARA/HO-Humas Pemkab Pidie Jaya

Pernyataan tersebut disampaikan Sibral pada evaluasi penanganan pascabencana hidrometeorologi. Evaluasi tersebut turut dihadiri jajaran Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) dan satuan kerja perangkat daerah, serta instansi terkait lainnya.

Bupati mengatakan evaluasi tersebut merupakan langkah strategis untuk menyatukan langkah pemerintah pusat, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dalam memastikan seluruh program pemulihan pascabencana berjalan dalam satu arah.

Ia juga meminta organisasi perangkat daerah menyampaikan data terbaru secara terbuka dan terverifikasi. Hal itu termasuk pencapaian yang telah dilaksanakan, program yang sedang berjalan, serta berbagai persoalan yang masih membutuhkan dukungan dan percepatan.

"Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Apa yang sudah selesai harus kita pastikan manfaatnya. Apa yang sedang berjalan harus kita percepat dan apa yang masih menjadi persoalan harus segera kita carikan solusi. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa pemulihan benar-benar berjalan," katanya.

Sibral menegaskan prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi harus menyentuh langsung kebutuhan mendasar masyarakat, mulai percepatan penyediaan hunian, pemulihan infrastruktur dasar, penanganan sungai dan pengendalian banjir.

Kemudian, rehabilitasi jaringan irigasi dan lahan pertanian, hingga pemulihan air bersih serta penguatan ekonomi masyarakat terdampak. Seluruh program tersebut, harus disinkronkan agar tidak terjadi tumpang tindih dan setiap dukungan pemerintah dapat memberikan hasil yang maksimal.

"Kehadiran Satgas PRR bersama kementerian dan lembaga terkait dapat menjadi pengungkit percepatan penyelesaian berbagai persoalan yang masih dihadapi pemerintah daerah," katanya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, kata Sibral Malasyi, proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak semata-mata membangun kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga mengembalikan rasa aman, harapan dan keberlangsungan hidup masyarakat.

Menurut dia, rehabilitasi dan rekonstruksi adalah upaya membangun kembali kehidupan masyarakat. Karena itu, semua program benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya.

"Dengan kebersamaan dan koordinasi yang kuat, kita berharap pemulihan Kabupaten Pidie Jaya dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran dan berkelanjutan," katanya.

Bupati Pidie Jaya mengapresiasi pemerintah pusat melalui Satgas PRR, Pemerintah Aceh, TNI dan Polri, serta semua pihak yang selama ini terlibat dalam penanganan bencana dan pemulihan Kabupaten Pidie Jaya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga komitmen dan memperkuat sinergi demi satu tujuan bersama, yakni memastikan masyarakat terdampak segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.

"Mari satukan data, sinkronkan program dan percepat pekerjaan. Harapan kita satu, masyarakat harus segera pulih dan bangkit serta Kabupaten Pidie Jaya menjadi daerah tangguh bencana," pungkasnya.

  • bencana hidrometeorologi
  • pidie jaya
  • sibral malasyi
  • rehabilitasi pascabencana

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.