Jangan Sampai Punah! Pemkot Ambon Dorong Tradisi Makan Patita Tetap Lestari
Jumat, 04 Sep 2026, 05:13 WIBAMBON - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, mendorong tradisi Makan Patita terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya masyarakat sekaligus sarana memperkuat ikatan orang basudara di Kota Ambon.
âMakan patita adalah salah satu alat budaya yang menyatukan masyarakat yang juga adalah jemaat. Khususnya di Galala-Hative Kecil yang adalah dua negeri, satu jemaat,â kata Plt. Asisten II Setda Kota Ambon Rustam Simanjuntak, di Ambon, Kamis.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelaksanaan Makan Patita dalam rangkaian perayaan satu abad Jemaat Galala-Hative Kecil (Gatik).
Rustam mengatakan, Makan Patita tidak sekadar menjadi tradisi makan bersama, tetapi memiliki nilai sosial dan budaya yang dapat mempererat hubungan masyarakat.
Menurut dia, perjalanan satu abad Jemaat Gatik menunjukkan kuatnya semangat orang basudara antara masyarakat Galala dan Hative Kecil yang dipersatukan dalam satu persekutuan jemaat.
âGalala-Hative Kecil ini contoh nyata orang basudara yang diikat dalam satu jemaat. Ini patut dijaga dan dicontohi,â ujarnya.
Ia berharap nilai persaudaraan, kebersamaan, dan gotong royong yang telah diwariskan selama satu abad tersebut terus dipelihara, terutama oleh generasi muda.
Raja Negeri Hative Kecil Josias Muryani mengatakan tradisi Makan Patita perlu terus dilaksanakan untuk menjaga hubungan kekeluargaan antara masyarakat Galala dan Hative Kecil.
âMakan patita harus sering dibuat agar terus mengikat dua negeri ini dalam satu ikatan keluarga,â katanya menambahkan.
Makan Patita tersebut melibatkan masyarakat dari kedua negeri. Sekitar 50 tapalang yang terbuat dari gaba-gaba disiapkan dengan panjang keseluruhan sekitar 100 meter.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan satu abad Jemaat Gatik sekaligus memperlihatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga tradisi dan kebersamaan antar negeri.
- budaya tradisional
- pemkot ambon
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Pengunjuk Rasa Diimbau Tak Anarkistis
-
Kurang Persiapan, Pendaki Korban Hipotermia di Gunung Bawakaraeng Menjadi 31 Orang
-
Dampak Revitalisasi Kali Cakung Lama, Warga Pegangsaan Dua Mengaku Tembok Rumah Retak.
-
Pengusaha, Investor, dan Warga Bakal Bertemu di Jitex 16-19 September
-
Penyerang Anyar PSS Sleman Matheus Fornazari Berambisi Cetak Banyak Gol
-
Prabowo Datangi Karhutla di Kubu Raya, Pastikan Penanganan Optimal
-
Ternyata Mata bisa “Terbakar” Matahari, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.