BMKG Khawatirkan Durasi Musim Hujan yang Pendek
Jumat, 25 Sep 2026, 15:05 WIBJAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut curah hujan berada pada kategori normal, namun durasi musim hujan diperkirakan lebih pendek. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran meningkatnya bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan longsor.
"Kita khawatirkan saat ini karena sifat hujannya untuk musim hujan 2026-2027 ini adalah normal, tapi durasinya lebih pendek. Sehingga kita khawatirkan terkait dengan peningkatan dari bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan longsor nantinya," kata Kepala BMKG, Prof Teuku Faisal Fathani, kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/9).
Adapun untuk musim hujan tahun ini, ia menyebut sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami kemunduran atau datang lebih lambat dari biasanya. Kondisi tersebut disebabkan fenomena El Niño yang sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD).
Teuku Faisal menerangankan daerah prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memasuki musim hujan pada Oktober. Daerah prioritas tersebut yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.
"Sebagian lagi ini masuknya di bulan November dan Desember. Dan puncaknya nanti musim hujan di Desember, Januari, Februari," ujar dia.
Prof Faisal menyebut dampak dari El Niño yang sangat kuat, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sulit untuk diterapkan. Seperti diketahui, OMC menjadi salah satu cara untuk memadamkan karhutla di Kalimantan dan Sumatra.
"Sekarang untuk Operasi Mdifikasi Cuaca ini cukup sulit karena potensi awan konvektif itu sangat rendah di puncak-puncak musim kemarau ini . Oleh sebab itu, operasi modifikasi cuaca ini sangat situasional, apabila ada potensi awan itu segera berubah menjadi modifikasi cuaca," kata dia. ils/I-1
- musim hujan
- El Nino
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
WMO Peringatkan El Niño Superkuat, Suhu Laut Pasifik Tembus 3,7 Derajat Celsius - Dunia Terancam Kekeringan dan Banjir
-
Bye-bye Calo Sertifikat, Kemen ATR/BPN Buka-Bukaan Prosedur dan Biaya di TikTok Live!
-
Kemenko Polkam Siapkan Sertijab, Dudung Abdurachman Langsung Tancap Gas Gantikan Djamari
-
Rusmini, Lansia 73 Tahun Penjual Sayur di Pasar Kedip Kebayoran Lama
-
Kemkomdigi Tegaskan Pentingnya Perketat Pengawasan Ruang Digital dari Konten Negatif
-
BMKG: Gempa Lombok Barat akibat Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia
-
BMKG: Hujan dengan Berbagai Intensitas Bakal Guyur Sejumlah Kota Besar di Wilayah Indonesia pada Minggu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.