Kementerian PU Kerahkan 10 Pompa untuk Atasi Kekeringan di Karawang

Jumat, 25 Sep 2026, 14:50 WIB

JAKARTA - Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mempercepat penanganan kekeringan yang mengancam lahan pertanian Karawang. Sebanyak sepuluh unit pompa diterjunkan untuk membantu mengairi sekitar 300 hektare sawah Desa Sindangsari, Kutawaluya.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengatakan ketersediaan air menjadi kebutuhan mendasar yang harus dijaga. Ia menyebut Kementerian PU menyesuaikan penanganan berdasarkan kebutuhan dan kondisi lapangan agar intervensi berlangsung cepat dan tepat sasaran.

Ket. Foto: — Sumber: Kementerian PU

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi,” kata Dody dalam keterangan tertulis Jumat (25/9).

Kegiatan pompanisasi ini diawali dengan pembangunan dam parit untuk meninggikan muka air saluran pembuang (SP) Wadas. Air tersebut kemudian dipompa menuju lahan sawah melalui sepuluh unit pompa berkapasitas 5,5 HP.

Setiap pompa memiliki debit sekitar 10 hingga 18 liter per detik untuk mengoptimalkan pasokan air. Air kemudian dialirkan melalui jaringan irigasi tanah sepanjang 1.387,48 meter menuju lahan pertanian.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sekar Mulya, Marzuki, mengapresiasi penanganan kekeringan melalui pompanisasi tersebut. Menurut dia, dukungan pasokan air membantu petani memenuhi kebutuhan lahan saat memasuki masa tanam.

Selain pompanisasi, BBWS Citarum juga melakukan perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk menjaga distribusi air. Salah satunya melalui pemeliharaan berkala jaringan irigasi sekunder Daerah Irigasi (DI) Jatiluhur.

Normalisasi dilakukan pada Saluran Sekunder Sasak, Desa Kutamakmur, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang. Pekerjaan telah dimulai sejak 11 September 2026 dengan penggalian tanah serta pembersihan berbagai penghambat aliran.

Pembersihan tersebut mencakup rumput liar, gulma, eceng gondok, dan sampah yang menghambat aliran air. Pekerjaan juga menggunakan excavator dengan target normalisasi sepanjang 3.200 meter jaringan saluran sekunder.

Jaringan tersebut melayani sekitar 244 hektare lahan pertanian di empat kecamatan Kabupaten Karawang. Wilayah layanan meliputi Kecamatan Rengasdengklok, Kutawaluya, Pedes, serta Cilebar Kabupaten Karawang.

BBWS Citarum menargetkan perbaikan jaringan terus dilakukan berdasarkan kondisi lapangan yang membutuhkan penanganan. Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas jangkauan pemompaan serta meningkatkan keandalan layanan air petani.

Sebagai informasi, Kabupaten Karawang merupakan salah satu sentra produksi padi penting di Jawa Barat. Ketersediaan air menjadi faktor penting menjaga keberlanjutan pertanian ketika kekeringan mulai berdampak.

Untuk mempercepat respons, BBWS Citarum juga membuka Layanan dan Posko Bencana Kekeringan bagi masyarakat. Layanan tersebut menangani informasi kekeringan, kebutuhan air, serta permasalahan infrastruktur sumber daya air.

Masyarakat dapat menghubungi hotline BBWS Citarum di 0821-2117-5600 untuk memperoleh informasi penanganan kekeringan. Posko Bencana Kekeringan juga dapat dihubungi melalui nomor 0852-1800-5600 untuk kebutuhan penanganan.

Masyarakat juga dapat menghubungi Kementerian PU melalui Kanal Pelaporan Bencana pada Call Center 158 ekstensi 4. Selain itu, laporan dapat disampaikan melalui WhatsApp Center Kementerian PU pada nomor 0815-1000-0158. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.