9.000 TKM Dapat Bantuan Usaha dan Pelatihan dari Kemnaker, Segini Besarannya!
Jumat, 04 Sep 2026, 16:37 WIBBANDUNG BARAT - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyalurkan bantuan usaha kepada sekitar 9.000 tenaga kerja mandiri (TKM) pemula dan lanjutan sebagai usaha pengembangan kewirausahaan dan perluasan kesempatan kerja.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Prof Yassierli, di Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat, mengatakan bahwa bentuk dari penyaluran bantuan tersebut berupa modal usaha dan pelatihan, serta pendampingan secara intensif selama tiga bulan.
"Dari total TKM tersebut, masing-masing penerima akan mendapatkan modal usaha kemudian pelatihan, kemudian dilanjutkan pendampingan," katanya.
Dirinya menjelaskan bahwa sebanyak 1.000 peserta kategori TKM lanjutan akan mendapatkan bantuan modal usaha sebanyak Rp15 juta, dengan pelatihan intensif selama lima hari dan pendampingan lanjutan tiga bulan.
Ia menyebut TKM lanjutan sendiri merupakan peserta yang sebelumnya telah mengikuti program TKM pemula dan memenuhi hasil evaluasi untuk melanjutkan pengembangan usahanya.
Sedangkan, untuk peserta TKM pemula yang berjumlah sekitar 8.000 peserta akan mendapatkan bantuan modal usaha Rp5 juta dengan pelatihan dan pendampingan lanjutan.
"Masing-masing mendapatkan modal usaha Rp15 juta dan kemudian pelatihan selama 5 hari, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan selama 3 bulan. Selain TKM Mandiri, ada sekitar 8.000 tenaga kerja mandiri pemula yang dapat modal Rp5 juta dan diberikan pelatihan dan pendampingan," katanya pula.
Yassierli juga menekankan bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara produktif, sehingga usaha yang dijalankan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan membuka kesempatan kerja baru.
Direktur Jenderal Binapenta dan PKK Kemnaker Sugeng Heri Suseno mengatakan program TKM dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yakni pembekalan, pemberian bantuan, dan pendampingan usaha.
"Program TKM ini kita laksanakan melalui tiga pilar, yaitu pembekalan, pemberian bantuan, dan pendampingan usaha,â katanya.
Program tersebut menyasar pengembangan usaha di tengah jumlah angkatan kerja nasional yang mencapai 154 juta orang dengan 7,24 juta orang atau 4,68 persen masih menganggur.
Pada TKM lanjutan, sekitar 60 persen penerima merupakan perempuan, sementara berdasarkan pendidikan, 51,2 persen lulusan SMA, 34,6 persen sarjana, dan 2,3 persen magister.
Sugeng juga mengatakan hasil tracer study TKM 2025 menunjukkan 76,3 persen peserta binaan mengalami peningkatan omzet setelah mengikuti program, sementara 32,2 persen peserta menambah tenaga kerja. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Kemnaker Hadirkan Platform SIAPKerja, Akses Layanan bagi Calon Tenaga Kerja
-
Fritz Selamat dari Gelombang Kejutan di Washington Open, Unggulan Teratas Berguguran
-
Pertamina Perluas Akses Pemasaran UMKM, Produk Lokal Kini Hadir di Semua Penerbangan Pelita Air
-
UNIQLO Hadirkan Koleksi Hijab di Indonesia, Tiga Artis Berbagi Inspirasi Gaya Muslimah Masa Kini
-
Pergeseran Demografi Jadi Alarm, Produksi Pangan Tak Bisa Lagi Jalan Lambat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.