Museum Pos Indonesia Didorong Jadi Destinasi Edukasi Modern bagi Generasi Muda

Minggu, 05 Jul 2026, 03:00 WIB

Jakarta - Pemerintah terus berupaya melestarikan warisan budaya nasional, melalui pengembangan museum sebagai ruang edukasi dan penguatan identitas bangsa.

Komitmen tersebut ditunjukkan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat mengunjungi Museum Pos Indonesia dan Kantor Pos Bandung di Jalan Cilaki, Kota Bandung, Jawa Barat.

Ket. Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Direktur Komersial PT Pos Indonesia Fahdel Akbar, dan jajaran memberikan keterangan selepas kunjungan di Museum Pos Indonesia, Bandung, Jumat (3/7). — Sumber: Antara

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda Kementerian Kebudayaan dalam mendorong museum-museum tematik di Indonesia agar semakin relevan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Musium Pos bukan hanya menyimpan koleksi, tetapi menceritakan perjalanan bangsa. Peran pos sangat penting dalam sejarah Indonesia, termasuk pada masa perjuangan kemerdekaan,” kata Fadli Zon melalui keterangan resminya, Sabtu (4/7).

Dalam kesempatan itu, Fadli Zon meninjau berbagai koleksi yang merekam sejarah perkembangan layanan pos dan komunikasi Indonesia, mulai dari peralatan pos, koleksi prangko, kotak surat, hingga arsip bersejarah.

Menbud juga mengunjungi bangunan Kantor Pos Bandung yang telah berusia lebih dari satu abad dan berstatus cagar budaya. Ia menilai bangunan tersebut memiliki nilai sejarah tinggi dan layak memperoleh pengakuan sebagai cagar budaya tingkat nasional.

Menurutnya, museum memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi sekaligus menghidupkan kembali budaya menulis surat sebagai bentuk ekspresi dan kedekatan antarmanusia.

Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap tradisi filateli karena prangko dinilai sebagai bagian dari kebudayaan material yang merekam berbagai peristiwa dan identitas bangsa.

Sebagai bentuk nyata penguatan literasi, Kementerian Kebudayaan tahun lalu menggelar Lomba Menulis Surat untuk Pahlawan yang diikuti lebih dari 34 ribu peserta dari berbagai jenjang pendidikan.

Seluruh surat ditulis tangan, dilengkapi prangko, dan dikirim melalui layanan PT Pos Indonesia.

Direktur Komersial PT Pos Indonesia, Fahdel Akbar, mengapresiasi kunjungan Menteri Kebudayaan yang dinilai menjadi dorongan bagi pengembangan Museum Pos Indonesia menjadi ruang edukasi yang lebih modern dan interaktif.

Ke depan, Kementerian Kebudayaan akan terus mendorong peningkatan kualitas tata pamer, penguatan narasi sejarah, serta pemanfaatan teknologi digital di berbagai museum tematik agar semakin menarik dan mampu memperkuat identitas budaya Indonesia.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.