Pulihkan Ekonomi Pascabencana, Kemenekraf Bina dan Latih 150 Pelaku Ekraf Bukittinggi

Jumat, 25 Sep 2026, 20:17 WIB

BUKITTINGGI, SUMATERA BARAT  - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Republik Indonesia meningkatkan keterampilan pelaku ekonomi kreatif di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, melalui pelatihan kriya "Kreasi Batik Lokal" yang diikuti 150 peserta.

"Pelatihan ini kami harapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya dalam mengembangkan produk batik yang memiliki ciri khas daerah. Peserta juga dapat mengolah potensi budaya lokal menjadi karya yang memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi,” kata Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemen Ekraf RI R. Adi Mukhtar Rivai di Bukittinggi, Jumat.

Ket. Foto: Perwakilan Kemenekraf RI bersama Pemkot Bukittinggi saat menggelar pelatihan kreasi batik. Program ini menargetkan pelatihan kreasi batik nasional di Solo bagi peserta terbaik. — Sumber: ANTARA/Al Fatah

Pelatihan tersebut merupakan bagian bagian dari program Ekraf Peduli (Pulih Bersama, Bangkit Berdaya).

Ia menyatakan pelatihan tersebut merupakan salah satu implementasi Program Akselerasi Produk Kriya (KRIYASI) sekaligus bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak bencana.

Ia mengatakan sebelumnya Kemenekraf juga menggelar kegiatan serupa di Kabupaten Pasaman berupa pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kompetensi.

"Selain di Bukittinggi, penguatan kompetensi pelaku ekonomi kreatif juga kami lakukan di Pasaman. Kami memberikan pelatihan sekaligus memfasilitasi sertifikasi agar keterampilan peserta dapat memiliki standar dan pengakuan yang lebih jelas,” kata dia.

Menurut dia, peserta pelatihan di Bukittinggi nantinya akan melalui proses kurasi. Dari 150 peserta, sebanyak 10 orang terbaik akan dipilih untuk mengikuti program lanjutan berupa residensi selama satu minggu di Solo.

Pelatihan berlangsung selama satu hari dan dibuka serta ditutup oleh Adi Mukhtar Rivai. Materi sesi pertama disampaikan oleh Sania Sari mengenai teknik produksi batik, sedangkan sesi kedua diisi Widdiyanti dengan materi desain motif batik.

Sementara Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi Hendri Yeni mengatakan pemerintah kota telah mendata 296 pelaku ekonomi kreatif sejak 2017.

"Pendataan pelaku ekonomi kreatif terus kami lakukan sebagai bagian dari upaya mengetahui potensi dan perkembangan sektor ini di Bukittinggi," ujarnya.

Ia mengatakan penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Bukittinggi turut mencakup upaya memfasilitasi pelaku dalam memperoleh perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

"Dananya sudah dianggarkan di Pemko Bukittinggi untuk tahun 2027 untuk pendaftaran HAKI ini, kami berharap Kementerian Ekonomi Kreatif terus melakukan pembinaan di Kota Bukittinggi," kata dia.

Menurut dia, minat masyarakat terhadap pelatihan cukup tinggi sehingga jumlah peserta berpotensi melebihi kuota apabila tidak dibatasi. Ant

  • Ekonomi Kreatif

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.